Setiap titik awal pengetahuan, temukan jawaban dan tambah wawasan.

Wednesday, March 30, 2022

BAB II LANDASAN TEORISTIS PTK ( MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KELAS 3 SMA

Pixabay.com 

 

BAB  II

LANDASAN TEORITIS


A. Tinjauan Tentang Prestasi Belajar

1.Pengertian Belajar

Rumusan mengenai pengertian belajar, beberapa ahli telah merumuskan dan membuat tafsiran tentang belajar. Menurut Slameto, Belajar ialah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya sendiri. Sementara itu, Nana Sudjana memberikan pengertian, bahwa belajar adalah suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri seseorang berupa pengetahuan, pengalaman, sikap, tingkah laku, ketrampilan dan aspek-aspek lain yang merupakan hasil dari belajar. Selanjutnya, ada yang mendefinisikan: “belajar adalah berubah”. Dalam hal ini yang dimaksudkan belajar berarti usaha mengubah tingkah laku. Jadi belajar akan membawa suatu perubahan pada individu-individu yang belajar. Perubahan itu tidak hanya berkaitan dengan penambahan ilmu pengetahuan, tetapi juga berbentuk kecakapan, ketrampilan, sikap, pengertian, harga diri, minat, watak, penyesuaian diri. Jelasnya menyangkut aspek organisme dan tingkah laku pribadi seseorang. Belajar itu sebagai rangkaian kegiatan jiwa raga psiko-fisik untuk menuju ke perkembangan pribadi manusia seutuhnya, yang berarti menyangkut unsur cipta, rasa dan karsa, ranah kognitif, afektif dan psikomotorik. 

Dengan demikian dapatlah dikatakan, belajar yaitu  perbuatan siswa dalam bidang material, formal serta fungsional pada umumnya dan bidang  intelektual pada khususnya. Jadi  belajar merupakan hal yang pokok. Belajar merupakan suatu perbuatan pada sikap dan tingkah laku yang lebih baik,  tetapi kemungkinan mengarah pada tingkah  laku yang lebih buruk.

Selanjutnya, untuk dapat disebut belajar maka perubahan harus merupakan  akhir dari pada periode yang cukup panjang. Berapa lama waktu itu berlangsung sulit ditentukan dengan pasti, tetapi perubahan itu hendaklah merupakan akhir dari suatu periode yang mungkin berlangsung berhasi-hari , berminggu-minggu, berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Belajar merupakan suatu proses yang tidak dapat dilihat  dengan nyata proses itu terjadi dalam diri seseorang  yang sedang mengalami belajar. Jadi, yang dimaksud  dengan belajar bukan tingkah laku yang nampak, tetapi prosesnya  terjadi secara internal di dalam diri indivdu dalam penguasaan memperoleh hubungan-hubungan baru.



2. Pengertian Prestasi Belajar

Sebelum dijelaskan pengertian mengenai prestasi belajar, terlebih dahulu akan dikemukakan tentang pengertian prestasi. Prestasi adalah hasil   ynag telah dicapai. Dengan demikian bahwa prestasi merupakan hasul yang telah dicapai oleh seseorang setelah melakukan sesuatu pekerjaan/aktivitas tertentu.

Jadi prestasi  adalah hasil yang telah dicapai oleh karena itu semua individu dengan adanya belajar hasilnya dapat dicapai. Setiap individu belajar  menginginkan hasil yang baik mungkin. Oleh karena itu setiap individu harus belajar dengan sebaik-baiknya  supaya prestasinya berhasil degna baik. Sedan pengertian prestasi juga ada yang mengatakan prestasi adalah kemampuan. Kemampuan di sini berarti yang dimampui individu dalam mengerjakan sesuatu.


3. Pedoman Cara Belajar

Untuk memperoleh prestasi/hasl belajar yang baik dilakukan dengan baik dan pedoman cara yang tepat. Setiap orang mempunyai cara atau pedoman sendiri-sendiri dalam belajar. Pedoman/cara yang satu cocok digunakan oleh seorang siswa, tetapi mungkin kurang sesuai untuk anak/siswa yang  lain. Hal ini disebabkan karena mempunyai perbedaan individu dalam hal kemampuan, kecepatan dan kepekaan dalam menerima materi pelajaran.

Oleh Karena itu, tidaklah ada suatu petunjuk yang pasti yang harus dikerjakan oleh seorang siswa dalam melakukan kegiatan belajar. Tetapi factor yang paling menentukan keberhasilan belajar adalah para siswa itu sendiri. Untuk dapat mencapai kemampuan berbicara yang sebaik-baiknya harus mempunyai kebiasaan belajar yang baik.


B. Tinjauan Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Tentang Iman kepada Hari Akhir.

1.) Pengertian Hari Akhir

Hari akhir yakni hari dimana seluruh kehidupan yang ada di alam semesta ini berakhir, Hanya Allah yang maha kekal.hari kiamat di tandai dengan bunyi terompet sangkakala oleh malaikat isrofil atas perintah dari Allah SWT.sebagai manusia yang beriman, kuta wajib untuk beriman kepada hari akhir.iman kepada hari akhir merupakan rukun iman yang kelima.iman artinya meyakini sepenuh hati yang di ucapakan secara lisan dan diwujudkan secara perbuatan.iman kepada hari akhir berarti mempercayai bahwa seluruh alam semesta dan segala isinya pada suatu saat nanti akan mengalami kehancuran dan mempercayai bahwa setiap kehidupan di dunia ini akan ada kehidupan yang kekal yakni di akhirat nanti..

2.) Ayat yang menjelaskan tentang hari kiamat.

QS AL Qariah ayat 1-5 yang artinya : Apakahh hari kiamat,(1) Apakah hari kiamat itu ?(2). Tahukah kamu apakah hari kiamat itu ?(3). Pada hari itu manusia adalah seperti anai-anai yang bertebaran.(4). Dan gunung-gunung adalah seperti yang dihambur-hamburkan.(5)

3.) Macam-Macam Kiamat

Hari akhir atau kiamat pada dasarnya terdiri atas dua macam,yaitu kiamat Sugra dan kiamat kubra.

a) Kiamat Sugra.

Kiamat sugra(kiamat kecil) adalah peristiwa berakhirnya setiap                            makhluk yang bernyawa dan hancurnya sebagian alam seperti terjadinya kematian,banjir,longsor,gempa bumi,dan lain-lain.Allah berfirman dalam surat Ali imron ayat 185 yang artinya: Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati,dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu.Barang siapa dijauhkan dari neraka dan di masukkan di dalam Surga,maka sungguh ia telah beruntung.Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.

b.) Kimat kubra.

Kiamat kubra adalah peristiwa hancurnya seluruh alam semesta sehingga alam ini berganti dengan alam yang lain,yaitu alam akhirat.Peristiwa yang terjadi saat kiamat kubra merupakan peristiwayang sangat dasyat,diawali dengan tiupan sangkakala yang pertama. Setelah itu bumi terangkat dan bergoncang hebat,gunung-gunung terlepas dari tempatnya,berterbangan dan bertabrakan seperti kapas yang di tiyup angin,dan bumi pun mengeluarkan isi perutnya. Allah berfirman dalam surat Al Zalzalah 1-6 yang artinya: Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan( yang dasyat )(1). Dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang di kandung)nya.(2). Dan manusia bertanya:"mengapa bumi(menjadi begini)?.(3). Pada hari itu bumi menceritakan beritanya.(4) Karena sesungguhnya tuhanmu telah memerintahkan yang( sedemikian itu)kepadanya.(5) Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-maca,supaya di perlihatkan kepada mereka(balasan) pekerjaan mereka.(6)

4. Nama lain hari kiamat

Al quran menggunakan istilah yang beraneka ragam tentang hari akhir atau kiamat, sekaligus sebagai penjelasan proses berlangsungnya,antara lain sebagai berikut.

a) YAumul al qiamah.yaitu hari penegakan keadilan.suatu hari yang ditentukan untukmelangsungkan pengadilan bagi setiap makhluk dan selanjutnya mendapatkan keputusan yang maha benar dari Allah Swt.

b)Yaumul akhir.

yaitu hari yang paling akhir dari sejarah makhluk sebelum kembali ke alam baqa.

c) Yaumul Zalzalah,karena pada hari itu terjadi kegoncangan yang sangat dasyat.

d) yaumul ghosyiyahi,karena pada hari itu Allah memberikan balsan kepada umat manusia,yang beriman akan dimasukan kedalam surga sedang orang yg kafir akan di masukkan kedalam neraka.

e)  Yaumu al tanad,yaitu pada hari setiap manusia orang menemui kesulitan dan penderitaan.

f) Yaumul al wa'iid,yaitu hari ketika Allah melaksanakan ancaman berupa adzab kepada setiap makhluk yang tidak melaksanakan perintahnya.

g) Yaumul al khizy, yaitu ketika Allah menghinakan orang-orang yang durhaka kepadanya.

h) Yaumul al wazni, Yaitu hari penimbangan amal baik dan buruk yang menentukan apakah seseorang akan masuk surga atau neraka.

5) Tanda-tanda Hari Akhir.

Tidak seorang pun yang mengetahui kapan datangnya hari akhir,termasuk nabi Muhamad saw .Akan tetapi,Rosulullah saw,telah menjelaskan Akan datangnya hari akhir.dr HR.hudzaifah bin asid Abu sarihah.r.a., Rosulullah bersabda yang artinya : 

"Tidaklah hari kiamat akan terjadi sampai terjadi sepuluh tanda-tanda: terbitnya matahari dari tempat tengelamnya,munculnya Dajjal,awan,hewan melata, ya'juj dan ma'juj,keluarnya isa bin maryam,terjadinya tiga gerhana,gerhana di timur,gerhana di barat dan gerhana di tanah arab, serta api yang keluar dari dalam Qar'adn abyan.yang menggiring manusia kepadang Masyar.Api itu akan berhenti bersama mereka jika mereka berhenti,dan akan bicara dengan mereka jika mereka bicara." 

Tanda-tanda hari akhir di bagi menjadi dua,yaitu tanda-tanda kecil dan tanda-tanda kiamat besar.

a)  Tanda-tanda kiamat kecil.

1). Hamba sahaya perempuan yang melahirkan tuanya.

2). Ilmu agama di anggap tidak penting.

3).Perzinaan,minuman keras,fitnah,pembunuhan meraja lela        dimana-mana

4).  jumlah wanita lebih banyak di bandingkan peria

5). Banyak terjadi gempa bumi/ bencana alam


b) Tanda-tanda kiamat besar 

(1) Mata hari terbit dari barat.

(2) Munculnya binatang ajaib yang dapat berbicara

(3) Rusaknya kakbah

(4) Semua manusia menjadi kafir dan lenyapnya Al quran

(5) Berkuasanya bangsa ya'juj dan ma'juj.


6) Hikmaah Beriman kepada Hari kiamat.

(1) Dengan iman kepada hari akhir senantiasa memotivasi untuk brtamal kebajikan dengan ikhlas mengharap ridho Allah Swt.

(2) Senantiasa membendung niat-niat  yang buruk apalagi melaksanakanya.

(3)  menjauhkan diri dari asumsi-asumsi yang mengiaskan apa yang ada  dinunia ini dengan apa yang ada di akhirat.

(4) Adanya rasa kebencian yang dalam kepada kemaksiatan dan kebejatan moral yang mengakibatkan murka Allah di dunia dan di akhirat.

(5). Senantiasa tertanam kecintaan dan ketaatan terhadap Allah dengan mengharapkan mau'nah pada hari itu.


  


C. Tinjauan tentang Metode Ceramah dan peraktek .

Metode ceramah yang dianggap sebagai penyebab utama dari rendahnya minat belajar siswa terhadap pelajaran memang patut dibenarkan, tetapi juga anggapan itu sepenuhnya kurang tepat karena setiap metode  atau model pembelajaran baik metode pembelajaran klasik termasuk metode ceramah maupun metode pembelajaran modern sama-sama mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing, yang saling melengkapi satu sama lain. Metode ceramah itu sendiri pada dasarnya memiliki banyak pengertian dan jenisnya. Berikut ini beberapa pengertian dari metode ceramah, antara lain :


1.Menurut Winarno Surahmad, M.Ed, ceramah adalah penerangan dan penuturan secara lisan oleh guru terhadap kelasnya, sedangkan peranan murid mendengarkan dengan teliti, serta mencatat yang pokok dari yang dikemukakan oleh guru.


2.Metode ceramah adalah penyajian informasi secara lisan baik formal maupun informal.


3.Metode ceramah menurut Gilstrap dan Martin : ceramah berasal dari bahasa latin yaitu Lecturu, Legu ( Legree, lectus) yang berati membaca kemudian diartikan secara umum dengan mengajar sebagai akibat dari guru menyampaikan pelajaran dengan membaca dari buku dan mendiktekan pelajaran dengan penggunaan buku.


4.Metode ceramah yaitu penerapan dan penuturan secara lisan oleh guru terhadap kelasnya, dengan menggunakan alat bantu mengajar untuk memperjelas uraian yang disampaikan kepada siswa.


Metode ceramah  sering kita jumpai pada proses-proses pembelajaran di sekolah mulai dari tingkat yang rendah sampai ke tingkat perguruan tinggi, sehingga metode seperti ini sudah dianggap sebagai metode yang terbaik bagi guru untuk melakukan interaksi belajar mengajar. Satu hal yang tidak pernah menjadi bahan refleksi bagi guru adalah tentang efektifitas penggunaan metode ceramah yaitu mengenai minat dan motivasi siswa, bahkan akhirnya juga berdampak pada prestasi siswa.

Anggapan-anggapan negatif tentang metode ceramah sudah seharusnya patut diluruskan, baik dari segi pemahaman artikulasi oleh guru maupun penerapannya dalam proses belajar mengajar disekolah. Ceramah adalah sebuah bentuk interaksi melalui penerangan dan penuturan lisan dari guru kepada peserta didik, dalam pelaksanaan ceramah untuk menjelaskan uraiannya, guru dapat menggunakan alat-alat bantu media pembelajaran seperti gambar dan audio visual lainnya. Definisi lain ceramah menurut bahasa berasal dari katalego(bahasa latin) yang diartikan secara umum dengan “mengajar” sebagai akibat guru menyampaikan pelajaran dengan membaca dari buku dan mendiktekan pelajaran dengan menggunakan buku kemudian menjadilecture method atau metode ceramah.Definisi metode ceramah diatas, bila langsung diserap dan diaplikasikan tanpa melalui pemahaman terlebih dahulu oleh para guru tentu hasil yang didapat dari penerapan metode ini akan jauh dari harapan, seperti halnya yang terjadi dalam problematika saat ini. Hampir setiap guru sejarah menggunakan metode ceramah yang jauh dari kaidah-kaidah metode ceramah seharusnya.Metode ceramah dalam proses belajar mengajar sesungguhnya tidak dapat dikatakan suatu metode yang salah. Hal ini dikarenakan model pengajaran ini seperti yang dijelaskan diatas terdiri dari beberapa jenis, yang nantinya dapat dieksploitasi atau dikreasikan menjadi suatu metode ceramah yang menyenangkan, tidak seperti pada metode ceramah klasik yang terkesan mendongeng.Metode ceramah dalam penerapannya di dalam proses belajar mengajar juga memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan, antara lain :


Kelemahan metode ceramah :

1.Mudah menjadi verbalisme.

2.Yang visual menjadi rugi, dan yang auditif (mendengarkan) yang benar-benar menerimanya.

3.Bila selalu digunakan dan terlalu digunakan dapat membuat bosan.

4.Keberhasilan metode ini sangat bergantung pada siapa yang menggunakannya.

5.Cenderung membuat siswa pasif.


Kelebihan metode ceramah :

1.Gurumudah menguasai kelas.

2.Mudah mengorganisasikan tempat duduk / kelas.3.Dapat diikuti oleh jumlah siswa yang besar.

4.Mudah mempersiapkan dan melaksanakannya.

5.Gurumudah menerangkan pelajaran dengan baik.

6.Lebih ekonomis dalam hal waktu.

7.Memberi kesempatan pada guru untuk menggunakan pengalaman, pengetahuan dan kearifan.

8.Dapat menggunakan bahan pelajaranyang luas

9.Membantu siswa untuk mendengar secara akurat, kritis, dan penuh perhatian.

10.Jika digunakan dengan tepat maka akan dapat menstimulasikan dan meningkatkan keinginan  belajar siswa dalam bidang akademik.

11.Dapat menguatkan bacaan dan belajar siswa dari beberapa sumber lain



C. Hipotesis Tindakan

Dengan Penerapan metode ceramah dan peraktek dapat  meningkatkan prestasi belajar siswa pada materi Pendidikan Agama Islam pada kelas XIIsemester 1 Tahun Pelajaran  2018/2019

Share:

Friday, March 25, 2022

MAKALAH MEMAHAMI KOLABORASI ANTARA PERSPEKTIF SOSIOLOGI DENGAN PENDIDIKAN ISLAM

Pixabay.com


 BAB I

PENDAHULUAN


A. Latar Belakang

Dalam masyarakat tentunya sering ditemukan beberapa pandangan yang berbeda satu dengan lainnya. Kenyataan sosial dalam masyarakat pula, sosiologi pendidikan Islam merupakan mata kuliah yang diberikan pada perguruan tinggi Islam negeri yang bertujuan agar mahasiswa mampu memahami prinsip sosiologi pendidikan Islam dan mengenali masalah pendidikan Islam atas dasar prinsip tersebut. Penilaian atas sebuah realitas sosial dalam pendidikan dan masyarakat umumnya dimulai dengan asumsi yaitu dugaan individu yang belum teruji kebenarannya. Dari asumsi-asumsi tersebut berkembang menjadi perspektif, atau pandangan yang dapat dipahami oleh setiap individu.

Dalam melihat kenyataan sosial atau biasa disebut dengan realitas sosial dalam pendidikan dan masyarakat juga demikian. Penalaran atau penilaian atas sebuah realitas umumnya dimulai dengan asumsi ( assumption ), yaitu dugaan individu yang belum teruji kebenarannya. Oleh karena itu, dalam makalah ini akan dipaparkan mengenai kolaborasi antara perspektif sosiologi dengan pendidikan islam yang akan dibahas pada makalah dibawah ini.


B.Rumusan Masalah

  1. Apa yang dimaksud dengan perspektif sosiologi ? 
  2. Apa yang dimaksud dengan pendidikan islam ?
  3. Bagaimana kolaborasi antara perspektif sosiologi dengan pendidikan islam ?


C. Tujuan Penulisan

  1. Untuk mengetahui pengertian dari perspektif sosiologi.
  2. Untuk mengetahui pengertian dari pendidikan islam.
  3. Untuk memahami kolaborasi antara perspektif sosiologi dengan pendidikan islam.


BAB II

PEMBAHASAN


A. Pengertian perspektif sosiologi

Perspektif merupakan suatu kumpulan asumsi maupun keyakinan tentang suatu hal, dengan perspektif orang akan memandang sesuatu hal berdasarkan cara – cara tertentu. Perspektif membimbing setiap orang untuk menentukan bagian yang relevan dengan fenomena yang terpilih dari konsep-konsep tertentu untuk dipandang secara rasional. Secara ringkas dapat disimpulkan bahwa perspektif adalah kerangka kerja konseptual, sekumpulan asumsi, nilai, gagasan yang mempengaruhi perspektif manusia sehingga menghasilkan tindakan dalam suatu konteks situasi tertentu.

Dalam konteks sosiologi juga memiliki perspektif yang memandang proses sosial didasarkan pada sekumpulan asumsi, nilai gagasan yang melingkupi proses social yang terjadi sehingga menjadi perspektif pedekatan, atau kadang disebut paradigma ketiga-tiganya merupakan cara sosiologi dalam mempelajari masyarakat.Walaupun perspektif tersebut berbeda, bahkan kadang saling bertolak belakang, antara satu dengan yang lain, namun, sekali lagi perspektif ini hanya merupakan cara pendekatan untuk mengkaji masyarakat. Jadi dapat disimpulkan, bahwa perspektif sosiologi merupakan pola pengamatan ilmu sosiologi dalam mengkaji tentang kehidupan masyarakat dengan segala aspek atau proses social kehidupan di dalamnya. Pada perkembangan selanjutnya terdapat tempat perspektif dalam sosiologi, yaitu perspektif evolusionis, dan perspektif konflik.


B. Pengertian Pendidikan Islam

Kata “pendidikan” yang umum kita gunakan sekarang, dalam bahasa arabnya adalah “tarbiyah”, dengan kata kerja “rabba”. Kata “pengajaran” dalam bahasa arabnya adalah “ta’lim” dengan kata kerjanya “alama”. Pendidikan dan pengajaran dalam bahasa arabnya “tarbiyah wa ta’lim” sedangkan “pendidikan islam” dalam bahasa arabnya adalah “tarbiyah islamiyah”. Kata kerja rabba (mendidik) sudah di gunakan pada zaman nabi muhammad SAW.

Pendidikan secara teoritis mengandung pengertian “memberi makan” (opvoeding) kepada jiwa anak didik sehingga mendapatkan kepuasan rohaniah, juga sering diartikan dengan “ menumbuhkan” kemampuan dasar manusia.

Jadi, Pendidikan Islam berarti sistem pendidikan yang memberikan kemampuan sseseorang untuk memimpin kehidupannya sesuai dengan cita-cita dan nilai-nilai Islam yang telah menjiwai dan mewarnai corak kepribadiannya, dengan kata lain pendidikan Islam adalah suatu sistem kependidikan yang mencakup seluruh aspek kehidupan yang dibutuhkan oleh hamba Allah sebagaimana Islam telah menjadi pedoman bagi seluruh aspek kehidupan manusia baik duniawi maupun ukhrawi.


C. Kolaborasi antara Perspektif Sosiologi dengan Pendidikan Islam

Dalam displin ilmu Sosiologi Pendidikan Islam, terdapat berbagai logika teoritis (pendekatan) yang dikembangkan sebagai perspektif utama sosiologi yang seringkali digunakan sebagai landasan dalam melihat fenomena  pendidikan Islam di masyarakat.   yaitu:  evolusionis, fungsionalis, interaksionis dan konflik. Masing-masing perspektif itu memiliki karakteristik sendiri-sendiri bahkan bisa jadi penggunaan perspektif yang berbeda dalam melihat suatu fenomena  pendidikan Islam akan menghasilkan suatu hasil yang saling bertentangan. Pembahasan berikut ini akan memaparkan bagaimana keempat perspektif tersebut dalam melihat fenomena  pendidikan Islam yang terjadi di masyarakat. 


D. Evolusionis

Perspektif ini memberikan keterangan yang memuaskan tentang bagaimana masyarakat manusia tumbuh dan berkembang. Pandangan seperti ini didasarkan pada karya Auguste Comte, Herbert Spencer, dan Ibnu Khaldun.  Ibnu Khaldun memandang   ilmu dan pendidikan sebagai suatu gejala konklusif yang lahir dari terbentuknya masyarakat dan perkembangannya didalam tahapan kebudayaan, akal mendorong manusia untuk memiliki pengetahuan yang penting baginya di dalam kehidupannya yang sederhana, lalu lahirlah ilmu pengetahuan sejalan dengan perkembangan masa kemudian lahir pula pendidikan sebagai akibat adanya kesenangan manusia dalam memahami dan mendalami pegetahuan. 

E. Fungsionalisme

Disebut juga teori strukturalisme fungsional. Fungsionalisme merupakan teori yang menekankan bahwa unsur-unsur di dalam suatu masyarakat atau kebudayaan itu saling bergantung dan menjadi kesatuan yang berfungsi sebagai doktrin atau ajaran yang menekankan manfaat kepraktisan atau hubungan fungsional.Dalam hal ini pendidikan Islam harus mempunyai fungsi,  pendidikan Islam bukan ilusi, tetapi merupakan fakta sosial yang dapat diidentifikasi dan mempunyai kepentingan sosial.

F. Konflik

Pendekatan ini terutama didasarkan pada pemikiran Karl Marx. Teori konflik melihat masyarakat berada dalam konflik yang terus-menerus di antara kelompok atau kelas.  Selain Marx dan Hegel tokoh lain dalam pendekatan konflik adalah Lews Coser.  Kata konflik diartikan sebagai percekcokan, perselisihan atau pertentangan, teori konflik ini mengasumsikan bahwa masyarakat terdiri dari kelompok yang memiliki kepentingan satu sama lain. Mereka selalu bersaing untuk mewujudkan hasrat dan kepentingan mereka. Sehingga seringkali bermuara pada terjadinya konflik antara satu komunitas masyarakat dengan komunitas lain.  Menurut Lewis Coser, ketika terjadi konflik antara satu komunitas dengan komunitas lain, hubungan di antara anggota komunitas cenderung  bersatu, sekalipun sebelumnya terjadi konflik. Sebaliknya jika tidak ada konflik antar komunitas, terdapat kecenderungan disintegrasi. Tidak ada rasa senasib, rasa bersama, dan solidaritas antar anggota.

G. Interaksionis

Pandangan ini mengkaji dari interaksi simbolik yang terjadi di antara individu dan kelompok masyarakat. Tokoh yang menganut pandangan interaksionis misalnya G.H Mead dan C. H Cooley. Mereka berpendapat bahwa interaksi manusia berlangsung melalui serangkaian simbol yang mencakup gerakan, tulisan, ucapan, gerakan tubuh, dan lain sebagainya. Pandangan ini lebih mengarah pada studi individual atau kelompok kecil dalam suatu masyarakat, bukan pada kelompok-kelompok besar atau institusi sosial. Interaksi antara manusia satu dengan lainnya selalu mempunyai motif tertentu guna memenuhi tuntutan hidup dan kehidupan mereka masing-masing. 

Interaksi yang berlangsung di sekitar kehidupan manusia dapat bernilai edukatif apabila interaksi yang dilakukan dengan sadar meletakkan tujuan untuk mengubah tingkah laku dan perbuatan seseorang. Interaksi yang bernilai pendidikan ini dalam dunia pendidikan disebut sebagai interaksi edukatif. Dengan konsep di atas, memunculkan istilah guru di satu pihak dan anak didik di lain pihak. Keduanya berada dalam interaksi edukatif dengan posisi, tugas dan tanggung jawab yang berbeda, namun bersama-sama mencapai tujuan.

 

BAB III

PENUTUP


A. Kesimpulan

Perpektif  sosiologi merupakan pola pengamatan ilmu sosiologi dalam mengkaji tentang kehidupan masyarakat dengan segala aspek atau proses sosial kehidupan didalamnya dan suatu kumpulan asumsi maupun kenyakinan tentang suatu hal, dengan perspektif orang akan memandang suatu hal berdasarkan cara-cara tertentu. Perspektif membimbing setiap orang untuk menentukan bagian yang relevan secara rasional.

Pertama adalah perspektif evolusionis, perspektif ini merupakan perspektif teoretis yang paling awal dalam sosiologi. Perspektif ini memberikan keterangan yang memuaskan tentang bagaimana masyarakat manusia tumbuh dan berkembang. Kemudian perspektif fungsionalis, dalam perspektif ini, masyarakat dilihat sebagai suatu jaringan kelompok yang bekerja sama secara terorganisasi dan teratur, serta memiliki seperangkat aturan dan nilai yang dianut sebagian besar anggota masyarakat tersebut. 

Perspektif interaksionisme, perspektif ini cenderung menolak anggapan bahwa fakta sosial adalah sesuatu yang determinan terhadap fakta sosial yang lain. Bagi perspektif ini, orang sebagai makhluk hidup diyakini mempunyai perasaan dan pikiran. Sedangkan perspektif konflik, pemikiran perspektif konflik menekankan pada adanya perbedaan pada diri individu dalam mendukung suatu sistem sosial. 


B. Saran

Dari beberapa Uraian diatas jelas banyak kesalahan serta kekeliruan, baik disengaja maupun tidak. Oleh karna itu, kami harapkan kritik dan sarannya untuk memperbaiki segala keterbatasan yang kami punya, sebab manusia adalah tempatnya salah dan lupa.


 

DAFTAR PUSTAKA


Khaldun, Abdurrahman Ibnu. 2001. Muqaddimah Ibnu Khaldun. Jakarta : Pustaka Firdaus.

https://sayyidabdullah.blogspot.com/2016/11/makalah-perspektif-perspektif-dalam.html, diakses pada tanggal 11 Nopember 2018.

M.Arifin. 1991. ilmu Pendidikan Islam Suatu Tinjauan Teoritis dan Praktis Berdasarkan Pendekatan Interdisipliner. Jakarta: Bumi aksara.

Horton, Paul B. 2006. Sosiologi. Jakarta : Erlangga.

Drajat, Zakiah. 2000. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: PT. Bumi Aksara.


Share:

Monday, March 14, 2022

BEBERAPA PRINSIP MENDIDIK ANAK

 

Pixabay.com

Mendidik anak dengan cara yang baik adalah mendidik mereka sebagaimana yang dituntunkan oleh Rasulullah saw. Disamping itu aspek-aspek teknis dalam mendidik anak dikembalikan kepada orang tua dengan memilih cara-cara yang dianggap paling tepat. 

Menurut Al-Munawy dalam Faidhul Al-Qadir mendidik anak adalah dengan melatih jiwa mereka, mendidik dengan akhlak yang baik dan melatih mereka untuk melakukan tuntunan-tutunan syara'. Memuliakan mereka tidak dengan kemewahan dunia dan melampiaskam keinginan mereka namun mendidik mereka dengan adab-adab yang terpuji baik ucapan maupun tundakan.

Beberapa pelajaran dari sejumlah riwayat yang dapat dijadikan sebagai panduan antara lain

A. MENDIDIK DENGAN KASIH SAYANG

Abu Hurairah ra berkata: Nabi saw mencium Hasan bin Ali ra. Lalu Aqra' bin habis berkata: " Saya memiliki sepuluh anak dan saya tidak pernah mencium seorang pun dari mereka." Maka Rasulullah menjawab : " Barang siapa yang tidak menyayangi maka tidak akan disayangi. " ( HR. Bukhari dan Muslim ). 

Dalam riwayat lain Rsulullah memerintahkan untuk selalu menyayangi anak dan melarang marah ketika mendidik seseorang. 

Dari Abu Hurairah ia berkata: " Seorang sahabat Ansar suatu waktu berada disisi Rasulullah saw sementara ia membawa anaknya. Ia pun memeluk dan menyayanginya. Maka Rasulullah saw bersabda kepadanya: " Apakah engkau menyayanginya " ? Ia berkata : " Betul ya Rasulullah." Beliau lalubersabda: " Allah lebih menyayanginya dari pada kamu. Dan Ia  sangat sayang pada orang-orang yang penyayang. " ( HR. Al-Baihaqy ) 

Dari riwayat hadis diatas dapat kita simpulkan  bahwa dalam mendidik anak  kita diperintahkan untuk selalu menyayangi mereka dan mendidik dengan penuh kasih sayang.  Dan dalam hadis diatas juga disebutkan bahwa siapapun orang yang ingin disayangi oleh orang lain maka hendaklah selalu menyayangi orang lain. 

Dari Muawiyah bin Hakam as Sulamy ia berkata: " Saya shalat bersama Rasulullah saw, tiba-tiba seseorang bersin maka saya mengatakan : Yarhamukallah ( semoga Allah merahmatimu ). Orang-orang pun memandangi saya. Saya lalu berkata: "Ada apa. Mengapa kalian memandangi saya ?". Mereka pun memukul tangan tangan mereka ke paha. Ketika saya melihat mereka, mereka berupaya mendiamkan saya. Saya diam. Tatkala Rasulullah saw selesai shalat, maka demi dan ibuku. Saya tidak pernah melihat seorang pendidik sebelum dan setelahnya yang paling baim dari beliau. Demi Allah yang tidak membenci, memukul dan menghardik saya. Beliau bersabda: " Sesungguhnya shalat tidak boleh diucapkan perkataan manusia akan tetapi tasbih, takbir, dan bacaan Al-Quran.( HR. Muslim )

B. MENCINTAI SEPENUH HATI

Dari Muawiyah bin Qurrah dari bapaknya ra. Bahwa seorang laki-laki bersama seorang anaknya mendatangi rasulullah saw, lalu bertanya: " Apakah engkau mencintainya?" ia menjawab: "Wahai Rasulullah saya mencintaimu demi Allah swbagaimana saya mencintainya". Lalu orang tersebut menghilang dari Rasull saw. Kemudian beliau bertanya: " apa yang dilakukan ibn fulan? Mereka menjawab: "wahai rasulullah ia telah meninggal dunia". Beliau kemudian bersabda kepada Bapaknya: " Tidakkah engkau senang ketika engkau mendatangi pintu-pintu syurga maka engkau berjumpa denganya ? ( HR. An-Nasai dan Ahmad ) 

Meskipun demikian Rasulullah menginggatkan agar kecintaan kepada anak tidak melebihi cinta kepada Rasulullah saw.

Rasulullah bersabda : " Demi jiwaku yang berada didalam genggamanya. Tidak beriman seorang diantara kalian hingga aku lebih dicintai dari orang tuanya, anak-anaknya dan seluruh manusia ."( HR. Bukhari, Muslim dan An-Nasai  ) 

Datangnya seorang Anak dalam keluarga memang merupakan suatu Anugrah yang sangat luar biasa bagi keluarga,  Takhanya bagi kedua orang tuanya kebahagiaan pun juga akan tercermin dan terasa dari kedua kakek neneknya.  Anak merupakan suatu elemen penting dalam kesempurnaan keluarga. Mencitai anak dengan sepenuh hati merupakan naluri seorang manusia dan wajar akan adanya, akan tetapi  kita selalu diingatkan bahwa kecintaan kita kepada anak dan keluarga jagan sampai melebihi kecintaan kita terhadap Allah dan Rasullnya. 


C. MENDOAKAN KEBAIKAN ATAS ANAK

Allah berfirman dalam surah Al-Furqon ayat. 74. ' Dan orang-orang yang berkata: Ya Allah karuniakanlah kepada kami istri-istri dan anak-anak yang menjadi penyejuk hati dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang beriman. 

Dalam hadis lain Nabi bersabda: " janganlah kalian mendoakan keburukan atas diri kalian, atas anak-anak kalian dan atas harta benda kalian. Janganlah kalian berdoa bertepatan ketia Allah mengabulkan doa sehingga ia mengabulkan doa kalian" ( HR. Muslim )

Dari Abu Hurairah ra.beliau berkata: Rasulullah saw bersabda: " Tiga doa yang tidak lagi ada keraguan akan dikabulkan eh Allah swt yaitu: doa orang yang dizhalimi, doa orang yang melakukan perjalanan dan doa orang tua kepada anaknya" ( HR. Tirmidzi dan Ahmad )

D. MEMBERIKAN KESEMPATAN ANAK UNTUK BERMAIN

Dari Aisyah ra ia berkata:  Saya bermain boneka - boneka di sisi Rasulullah SAW dan saya memiliki sejumlah sahabat yang bermain-main dengan saya, ketika Rasulullah SAW masuk mereka menghindar ke balik tabir, maka Rasulullah mendorong mereka kepadaku agar mereka bermain dengan saya (  HR Bukhari dan Muslim )

Meski demikian waktu waktu bermain juga perlu diperhatikan sehingga tidak memberikan dampak negatif bagi anak salah satunya tidak membiarkan mereka bermain ketika masuk waktu petang.

Al-Ghazali juga memberikan nasihat akan pentingnya permainan bagi seorang anak sebagaimana yang dikutip oleh jamal Abdurrahman:  Seorang anak diperbolehkan untuk melakukan permainan yang ringan-ringan bukan permainan yang berat setelah selesai belajar. Hal tersebut di lakukan untuk memulihkan stamina nya namun dengan catatan tidak sampai membuat letih. Demikian pula setelah sekolah mereka diizinkan untuk bermain untuk menghilangkan kepenatan belajar. Karena melarang anak bermain dan menyibukkannya belajar akan mematikan hatinya, memperlambat kecerdasannya, menyulitkan hidupnya. demikian pula seorang anak dibiasakan untuk berjalan bergerak dan olahraga hingga ia tidak diliputi rasa malas ( Ihya Ulumuddin )

Share:

Wednesday, March 9, 2022

Honest, Trustworthy, Respectful and Obedient to parents

Pixabay.com


What do you know about good morals? Who should have commendable morals?

Moral comes from the Arabic word khuluq which means behavior, character or temperament. In terms of morality, namely the nature of a person, has been attached and will usually be reflected in the behavior of the person. Praiseworthy morality is also known as akhlaql Maheasy or Karimah. Akhlakul karimah for example: patient, honest, humble, generous, polite, persistent, willing to sacrifice, fair, wise, gentle, polite, trusting and others. This time we will discuss about morality.

a). honest nature

What does honest mean? Honesty is a match between the words spoken and the actions taken by someone. That is, someone can be said to be honest if he says something that is in accordance with the truth accompanied by the appropriate action. Getting used to being honest means getting used to doing and telling the truth. Someone who is honest will be loved by Allah and many people. Also will be trusted by others. Humans must adhere to honesty by paying attention to the principle of truth in every action that is faced and carried out. Because honesty is an Islamic teaching. One of the commands to say the truth is explained in Surah at Taubat verse 119

Meaning: O you who believe, fear Allah and be with those who are truthful.

The opposite of honest is a lie. A lie is telling something different from the truth even if it is not intentional. Lying or lying is strictly prohibited in Islam. Lying is a trait of hypocrisy.

Here are some examples of honest traits that can be found in everyday life from the family environment to the wider community.

1). Examples of being honest in the family are telling parents about school exam results even though they get bad grades, returning the shopping money given by parents and being honest when they make mistakes.

2). An example of being honest in a school environment. Honesty can be found when doing assignments or exams without cheating, returning library books on time and telling the truth to friends and teachers.

3). An example of honesty in the community. Examples of being honest can be in the form of obeying traffic signs on the road, receiving a ticket from an officer for his own fault due to violating traffic signs. Provide real information, when someone asks for the address on the street and others. so start being honest with your teachers, brothers and friends. Do what is right and speak what is right. Be a brave person to always be honest.


B). trust

Trust means trustworthy. A trustworthy person is someone who can be trusted to do something. The mandate is applied by the prophets and apostles in the form of always conveying all teachings without being hidden. Prophet Muhammad SAW is an example of a trustworthy person. Before he was appointed as an apostle he had earned the title al-amin, which means: trustworthy. the opposite of amanah is treason, (untrustworthy) trustworthy behavior in everyday life can be realized through the following activities:

1). Keep the deposit and return it to its original state. If we are entrusted with something by someone else, for example, valuable items such as gold, houses, or other items, then we must take care of these items as well as possible. When the deposited item is taken back by the owner, we must return it as usual.

2). Keep secret. If it is trusted by others to keep secrets, be it personal, family or other secrets, it is obligatory for us to keep it so that it does not leak to others.

3). Do not abuse position. Position is a mandate that must be maintained. If we are given a position in any form we must keep that anger. Misuse of office for personal, family, or group interests is a disgraceful act that violates the trust.

4). Preserve all the blessings that have been given by Allah SWT. In the form of: Age, property, knowledge, health and others. All the blessings given by Allah SWT to mankind are a form of trust that must be maintained and utilized as well as possible.


C). respect and obey parents and teachers

1). respect and obey parents

Allah SWT commands humans to always respect and obey their parents. Mother has been struggling to conceive us for about 9 months. Father works to earn sustenance for us day and night. Both of our parents work hard to make their children happy. In return for our kindness to our parents, we must obey and obey them both. Among the ways to do good to parents are:

a). Heed their advice

b). then love them

c). Be polite and courteous

d). Thanking them for raising us with so much love

e). Speak softly and don't speak harshly to them

God commands us to speak with gentle words to our parents. Never yell at them, Say harshly to parents including despicable morals.

F). Pray for them every time they finish performing the fardhu prayers.

"O Allah, forgive me and my parents and have mercy on them as they took care of me when I was little."


2). respect and obey the teacher

Apart from parents. We must also obey and obey the teacher. Teachers are our second parents. Teachers are our parents when we are at school, teachers are people who teach us to read and write in schools or madrasas. The teacher gives us general knowledge and religion. Teachers have a noble position in Islam, teachers have been instrumental in educating and providing useful knowledge to us. Therefore, we must also be respectful and obedient to him. How to be respectful and obedient to the teacher:

a). Give or say hello to the teacher first when you meet

b). Glorifying does not insult or berate the teacher

 c). Come to the place of study sincerely and full of enthusiasm

d). When studying, you should dress neatly and politely

f). Obedient and obedient to the teacher's orders

g). Pay attention to the teacher who is explaining the lesson

h). Show him humility, always be respectful and polite.


D). polite and respect friends

Polite means gentle. Good language and polite behavior. Polite people are usually patient, calm, polite, compassionate, and helpful. While respect means respect, heed and consider important to others. People who don't respect mean people who belittle or don't care about other people. Politeness is not only shown to parents and teachers, but also to our friends. If we are polite to our friends, we will have many friends. Be polite and respect friends, among others:

 1). Say hello and sweet-faced when meeting friends

2). Speak softly and calmly

3). Make friends with anyone without favoritism

4). Don't criticize friends with bad words

5). Saying thank you to friends who have contributed

6). Apologize to a friend if you are wrong or offended

7). Don't take your friends' rights by stealing, robbing and lying

8). Congratulations if friends get achievements

Share:

Tuesday, March 8, 2022

BELIEVE IN GOD

pixabay.com


What is meant by faith? How many pillars of faith are there?

Faith means belief or belief. According to the terminology, faith is something that is believed in the heart, spoken orally and manifested in an action. There are 6 pillars of faith.

The first pillar of faith is faith in Allah. This pillar of faith is the foundation of the other pillars of faith. Faith in God means believing in the heart that God exists, expressed in speech and carried out by practicing the commands and avoiding all the prohibitions.

So how do we recognize the existence of Allah swt? Allah swt can be recognized by his creatures through the verses of kauniyah (a sign of Allah's majesty in the universe or all of his creatures). And the syar'iyah/qauliyah verses (a sign of God's majesty in the shari'a/holy book).


A) KNOW GOD THROUGH THE UNIVERSE

Who created the universe? We believe that Allah swt is Al-Khaliq (the Creator). God created and cares for everything that exists in this life. Allah says in Surah Al-Fatihah Verse 2

Praise be to Allah, Lord of the universe.

Take a look at the sunrise in the morning! See also the natural scenery around you. There are mountains, towering trees, a sea full of fish. Also the sound of birds chirping from the trees around the rice fields. They are all God's creation.

The beauty of the universe and its contents show the omnipotence of God. The universe is very orderly. Between one planet to another planet does not collide. The whole universe moves in one order. How could the world and the universe move in such an orderly manner if no one created and governed it.

The explanation above is proof that Allah is the Lord of us all. He owns everything. Allah has governed the entire universe. No power can block his will.

Pixabay.com


B) KNOWING GOD THROUGH THE QURAN

The second way that we can get to know Allah other than through the universe is through the verses of the Qur'an. These verses touch various aspects that can show us to know and believe more in Allah swt. Allah says in Surah Al-An'am verse 2:

"The one who has such qualities is Allah, your Lord, there is no god but him. The Creator of all things, so worship him, and he is the preserver of all things."

In the verse it is explained that there is no god but him (Allah), this sentence is the creed of monotheism. The creed of monotheism is our testimony that there is no god but Allah. Therefore, we must always have faith in him. So that we always get a high degree in the sight of Allah, forgiveness and sustenance. As explained in Surah Al-Anfal verse 2-4

"Indeed those who believe are those who when the name of Allah trembles their hearts, and when the verses are recited their faith increases (because of it), and only in God they put their trust. (2) (namely) those who establish pray and spend part of the sustenance we have given them. (3). Those are the true believers. They will get several degrees of elevation with their Lord and forgiveness and noble sustenance (4) "

In addition to mentioning some of the advantages that a believer gets, the verse also describes the characteristics of a believer, including:

When the name of Allah is called, his heart trembles

- If the verses are read, the faith will increase

- put your trust in Allah

- The person who establishes the prayer

- Spend some of the sustenance to those in need.


C) KNOW GOD THROUGH ASMAUL HUSNA

1). Al-Basir

Al-basir means Allah is all-seeing. Allah sees all things even though they are soft and small. Allah sees everything in the heavens and on the earth and even in the entire universe.

Believing in the existence of Al-Basir can be done by looking at everything that was created by Allah swt. Including events that occur in nature. Such as natural disasters that often occur: floods, volcanic eruptions, tsunamis, and earthquakes.

After we know that Allah has the nature of Al-Basir, then we should imitate the nature of Al-Basir by using our eyes to see good things.

2) Al-Adl

Al-adl means Most Just. Al-Adl comes from the word adala which means straight and equal. Allah's justice is absolute, not influenced by anything and by anyone. The justice of Allah SWT is also based on the knowledge of Allah SWT, the Most Expansive, so it is impossible for the decision to be wrong. Allah SWT is the creator of all beauty and evil, good and evil. Allah SWT is fair to His creation, in this case there is a secret that is difficult to understand.

 a just person is a person who walks straight and his attitude is always

use the same size, not double size. A just person will do something appropriate, not arbitrary and try to decide cases fairly according to applicable law, not taking sides with anyone in deciding a case to justify what is right and what is wrong.

3) Al Azim

Al azim means Allah is the Greatest. Allah is the Supreme Being. Allah does not need other people. God can meet his own needs. Allah created the entire universe and all that is in it. God also provides sustenance, favors, bestows prosperity and gives us such great grace. Those are the marks of his majesty, none can exceed his majesty.

Wallahu A'lam

Share:

Monday, March 7, 2022

CARING FOR FELLOW HUMAN BEINGS

 

pixabay.com

The word care means to pay attention or pay attention to something. Caring means paying attention to something. So, social care means an attitude of paying attention to and or ignoring the affairs of other people (fellow community members). Social care is meant not to interfere in other people's affairs, but rather to help solve problems faced by other people with the aim of goodness and peace.

Humans were created by God as social beings, namely creatures who are always in relationship with each other. Cooperation with other people can be fostered properly if each party has social concerns. Therefore this trait is highly recommended by Islam. The opposite of social care is selfish.

In Surah Al-Kausar Allah swt says:

Indeed, we have given you (Muhammad) many blessings. So pray for your Lord, and sacrifice (as worship and draw closer to Allah). Indeed, it is those who hate you who are cut off (from Allah's mercy).

Surah Al-kausar above explains that Allah has given many blessings to the Prophet Muhammad. God's creatures, including humans, also get God's blessings every day. Therefore, we are commanded to pray and sacrifice.

The implementation of these two commandments is proof of gratitude for the abundance of God's many blessings. After the command to pray followed by the command to sacrifice. Sacrifice is worship that has two dimensions, namely: worship of Allah and social worship. This social worship is related to caring attitude.

Share:

Sunday, March 6, 2022

KEUTAMAAN SHADAQAH DALAM ISLAM

Freepik.com


Shadaqah merupakan salah satu kata yang sudah tidak asing ditelinga umat islam karena sedekah merupakan salah satu cara untuk menarik harta yang lebih banyak. Orang yang sering bershadakah maka Allah akan menambahnya dengan berkali lipat. Allah berfirman dalam Al-Quran surah Al- Baqarah ayat 261.

" Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang dia kehendaki, dan Allah maha luas, Maha mengetahui ( QS. AL- Baqarah 261 ).

pixabay.com


Dalam ayat lain Allah juga berfirman: 

Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang membenarkan ( Allah dan rasulnya ) baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, Niscaya akan dilipatgandakan pembayarannya kepada mereka dan bagi mereka pahala yang banyak (QS. AL-HADID )

Nabi juga bersabda dalam haditsnya: 

Nabi bersabda: " Setiap muslim wajib bersedekah." Para sahabat bertanya: " jika dia tidak memiki sesuatu untuk disedekahkan"?. Beliau bersabda, " Hendaklah dia bekerja dengan tanganya sehingga berguna bagi dirinya, maka dia telah bersedekah." Mereka bertanya:" jika dia tidak mampu"? Beliau bersabda:"Dia memerintahkan kebaikan." para sahabat bertanya: " Jika dia tidak mampu "? Beliau bersabda: Hendaklah dia menolong orang yang sangat membutuhkan." para sahabat bertanya: "jika dia tidak mampu"? Nabi bersabda: " Hendaklah dia menganjurkan kebaikan ". Seorang sahabat bertanya: " jika dia tidak mampu "? Beliau bersabda: " Dia menahan diri dari kejahatan " maka itu sedekah untuknya ( HR. Al- Bukhari ) 

Hadis diatas menjelaskan  agar setiap muslim bersedekah setiap hari dan dalam hadis diatas juga dijelaskan bahwa sedekah itu bukan hanya berbentuk materi saja ( lihat: Teungku muhammad hasbi-al shiddieqey, Mutiara hadis 4 ) 

A). PENGERTIAN SHADAQAH 

Shadaqah berasal dari kata sadaqa yang berarti benar. Para fuqaha ( Ahli fiqih ) menjelaskan shadaqah merupakan suatu pemberian seorang muslim kepada seseorang secara sepontan dan suka rela tanpa di batasi waktu dan jumlah tertentu, serta suatu pemberian yang bertujuan sebagai kebajikan untuk mengharap ridha Allah swt.  Adapun pengertian shadaqah  dalam syariat baik hukum dan pengertianya sama denga infaq akan tetapi cakupan dari shadaqah lebih luas.

B). DASAR DAN HUKUM SHADAQAH.

Landasan hukum( dasar hukum ) disyariatkannya  shadaqah banyak ditemukan didalam Al quran dan As-sunah. Berikut dasar hukum dianjurkanya untuk shadaqah 

1) Al-Quran 

- Al-Mujadallah ayat 12. 

Artinya: " Wahai orang-orang yang beriman apabila kamu mengadakan pembicaraan khusus dengan rasul, hendaklah kamu mengeluarkan sedeqah ( kepada orang miskin ) sebelum (melakaukan ) pembicaraan itu. Yang demikian itu lebih baik bagimu dan lebih bersih. Tetapi jika kamu tidak memperoleh ( yang akan disedeqahkan) maka sungguh Allah maha pengampun, maha penyayang. " 

-  Al-Baqarah ayat 245 . 

"Barang siapa meminjami Allah dengan pinjaman yang baik maka allah melipatgandakan ganti kepadanya dengan banyak Allah menahan dan melapangkan ( rezeki ) dan kepadanya lah kamu dikembalikan. 

- Al-Haddid ayat 18. 

Artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang membenarkan ( Allah dan rasulnya ) baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, Niscaya akan dilipatgandakan pembayarannya kepada mereka dan bagi mereka pahala yang banyak."

- An-Nisa' ayat 114.

Artinya: "Tidak ada kebaikan dari banyaknya pembicaraan rahasia mereka kecuali pembicaraan rahasia dri orang yang menyuruh ( orang ) bersedeqah,atau berbuat kebaikan, atau mengadakan perdamaian diantara manusia. Barang siapa berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah maka kami kelak akan memberinya pahala yang besar. 

2) As-sunnah ( Hadits Nabi ) 

-  Riwayat Abu Mas'ud al-Ansary 

Diriwayatkan dari Abu Mas'ud r.a ia berkata: Kami diperintahkan bersedeqah.  kata Abu Mas'ud : kami merasa tidak mampu ( bersedeqah sekedarnya ). Lalu Abu Aqil menyedekqahkan setengah gantang makanan.kemudian ada orang laian datang menyedeqahkan lebih banyak dari itu. Lalu orang-orang munafik berkata: Sesungguhnya Allah tidak membutuhkan ini,dan tidaklah orang lain melakukan ini kecuali untuk dipamerkan. Maka turunlah ayat :  "orang-orang munafik yaitu orang-orang yang mencela orang-orang mukmin yang memeberikan sedeqah dengan sukarela dan mencela orang-orang yang tidak memperoleh ( sesuatu untuk disedeqahkan) kecuali sekedar kesanggupanya.( HR.Muslim ) 

- Riwayat Abu Hurairah :  

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra . : Rasulullah pernah bersabda " Apabila seseorang memberikan sedeqah yang setara dengan kurma yang diperoleh dengan harta ( uang) yang baik dan Allah akan meneri.a sedeqah itu dengan tanganya ( yang kanan ) dan kemudian menambahkan pahala kepada orang itu., sebagaimana siapapun dari kamu yang membesarkan bayi kudanya, sedemikian besarnya sehingga menjadi sama besrnya dengan sebuah gunung. ( HR. Al-Bukhari ).

Shadaqah meskipun pada asalnya hukumnya Sunnah namun bisa saja hukumnya berubah dengan memandang keadaan yang ada berikut rincian hukum serta tuntutannya 

1). WAJIB

Bila shodaqoh ini diperuntukkan bagi orang yang amat membutuhkan dengan syarat shodaqoh ini merupakan harta lebih dari sang pemberi.

2). SUNNAH: 

Hal ini merupakan hukum asal dari shodaqoh ini 

3). MAKRUH: 

Bila memang harta yang dibutuhkan adalah harta yang sudah jelek 

4). HARAM: 

Yakni bila mengakibatkan munculnya larangan syariat seperti bershodaqoh pada orang yang akan menggunakan harta shadaqah  tersebut untuk berbuat maksiat.


C). KESUNAHAN DALAM SHADAQAH 

kesunahan kesunahan yang berhubungan dengan shodaqoh antara lain adalah

- Menyamarkan dalam memberi shodaqoh ini mengecualikan kalau sang pemberi adalah panutan masyarakat, maka yang lebih utama adalah memperlihatkannya.

- Shadaqah diutamakan untuk diserahkan pada kerabat dekat kemudian suami lalu kerabat jauh, tetangga, orang yang memusuhi, lalu orang-orang Saleh yang membutuhkan 

- Mengutamakan waktu yang dianggap Mulia dalam menyerahkan shodaqoh sunnah seperti di hari Jumat dan bulan Ramadan 

- Mengutamakan tempat yang dianggap mulya dalam menyerahkan shodaqoh sunnah seperti di Makkah Madinah, tempat ibadah, madrasah dan tempat lain  yang dimuliakan

- Bershodaqoh dengan sesuatu yang disukai sang pemberi dan air 

- Tidak adanya rasa enggan ( sombong ) dengan bershodaqoh pada sesuatu yang dianggap sedikit

- Shadaqah dengan kerelaan hati dan rasa senang dikarenakan pahala yang akan didapat kelak

- Tidak tamak terhadap doa orang yang diberi  agar pahala yang didapat lebih sempurna

- Bershodaqoh dengan sesuatu yang lebih dari kebutuhannya. Bila memang ia mampu bersabar dengan kekurangan. Bila tidak, justru  hukum makruh yang akan didapat 


D). KEMAKRUHAN DALAM SHADAQAH 

- Bershodaqoh dengan sesuatu yang sudah jelek.  Baju yang Sudah usang dan mata uang dari emas maupun perak

- Menerima shodaqoh dari orang yang hartanya bercampur dengan sesuatu yang haram

- Mengambil kembali harta yang sudah dia shadaqahkan dari si penerima dengan jalan jual beli atau yang lainnya

 

E). KEHARAMAN DALAM SHADAQAH 

- Bershodaqoh dengan kebutuhan keluarga di hari Itu. 

- Bershadaqah dengan harta yang digunakan untuk membayar hutang selama tidak bisa dikembalikan dengan jalan yang lain.

- Mengungkit-ungkit shadaqah 


F) KEUTAMAN BESHADAQAH

- Bersedekah tidak akan mengurangi rezeki. 

Jika kita melakukan sedekah tidak akan mengurangi harta atau rezeki kita. Justru Allah akan menggantinya dengan rezeki yang sebaik-baiknya.  Allah  berfirman pada Alquran surat Saba

Artinya: Katakanlah: "Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)". Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya."

- Membuka pintu rezeki.

Dari Abu Hurairah ra " Rosulullah saw  bersabda: "Tidak ada suatu hari pun ketika seorang hamba melewati paginya kecuali akan turun dua malaikat. Lalu salah satunya berkata, "Ya Allah berikanlah pengganti bagi siapa yang menafkahkan hartanya", sedangkan yang satunya lagi berkata, "Ya Allah berikanlah kehancuran (kebinasaan) kepada orang yang menahan hartanya (bakhil)." (HR. Al-Bukhari dan Muslim) Dari hadits tersebut dijelaskan bahwa bersedekah justru akan membuka pintu rezeki yang baru.

- Dapat menghapus dosa-dosa. Hal ini sesuai sabda nabi yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi Rasulullah bersabda, "Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api." (HR. Tirmidzi)

- Dijauhkan dari api neraka. Rasulullah saw  bersabda, "Jauhilah neraka walupun hanya dengan (sedekah) sebiji kurma, kalau kamu tidak menemukan sesuatu, maka dengan omongan yang baik." (HR. Ahmad, Bukhari dan Muslim)

- Merupakan amal jariyah. Sedekah merupakan salah satu amal jariyah yang pahalanya tidak akan pernah putus, bahkan saat kita sudah meninggal. Rasulullah bersabda, "Jauhilah neraka walupun hanya dengan (sedekah) sebiji kurma, kalau kamu tidak menemukan sesuatu, maka dengan omongan yang baik." (HR. Ahmad, Bukhari dan Muslim.)

Wallahu A'lam.








Share:

Saturday, March 5, 2022

MENANAMKAN PENDIDIKAN AQIDAH PADA ANAK SEJAK USIA DINI

 

PIXABAY.COM

Pendidikan aqidah merupakan pendidikan dasar pertama yang harus ditanamkan orang tua kepada anaknya sebab akidah merupakan prinsip utama yang akan menjadi landasan kepribadian sang anak sekaligus menjadi pandangan hidupnya 

Mengajarkan Dua Kalimat Syahadat

Dari Ibnu Abbas dari Nabi Muhammad SAW beliau bersabda:  Mulailah mengajarkan atas anak-anak kalian kalimat: La Ilaha Illallah dan Talqin lah mereka ketika meninggal dengan La Ilaha Illallah Barangsiapa yang ucapan pertamanya lailahailallah kemudian ia hidup 1000 tahun maka ia tidak ditanya tentang satu dosa pun ( HR Al Hakim dan Al Baihaqi dalam syuabu al iman. Ia berkata hadits ini gharib)

Mereka ( para sahabat ) mensunnahkan Kalimat pertama yang divasihkan Kepada anak-anak mereka adalah mengajari mereka lailahailallah 7 Kali dengan demikian. Kalimat tersebut merupakan kalimat pertama yang mereka ucapkan ( HR Abdur Rozak) 

Dari jundub bin Abdullah ia berkata " Kami bersama Rasulullah SAW sementara waktu itu kami laki-laki yang hampir baligh lalu Beliau mengajarkan kami keimanan sebelum mengajarkan kepada kami mempelajari Alquran sehingga bertambah keimanan kami ( HR Ibnu Majah As-Sindy berkata isnad hadits ini Shahih ) 

Mengajarkan Kepada Anak Sifat-sifat Allah 

Hal ini didasarkan pada firman Allah surat Al-Luqman ayat 13 sampai 16

Dan ingatlah ketika Luqman berkata kepada anaknya sewaktu ia memberi pelajaran kepadanya. " Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah. Sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah merupakan kezhaliman yang besar."  Dan kami perintahkan kepada manusia berbuat baik kepada ibu bapaknya;  Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam 2 tahun bersyukurlah kepadaku dan kepada Ibu bapakmu. Hanyalah kepadakulah kembalimu dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik dan Ikutilah Jalan orang yang kembali kepadaku kemudian hanya kepada-kulah tempat kembali. Maka aku beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjaka. ( Lukman berkata ) " Hai anakku, Sesungguhnya jika ada sesuatu perbuatan seberat biji sawi dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi niscaya Allah akan mendatangkan nya ( membalasnya )  Sesungguhnya Allah Maha halus lagi Maha Mengetahui.

yang dimaksud dengan Allah Maha halus ialah ilmu Allah itu meliputi segala sesuatu bagaimanapun kecilnya.

Dari Ibnu Abbas RA berkata suatu waktu saya di belakang Rasulullah SAW Beliau lalu bersabda kepada saya:  " Wahai anak jagalah Allah niscaya dia akan menjagamu, jagalah Allah niscaya engkau akan menjumpainya dihadapanmu. Jika engkau meminta maka Mintalah kepada Allah. jika engkau meminta pertolongan maka Mintalah kepadanya. ketahuilah jika sekiranya manusia berkumpul untuk memberikan manfaat kepadamu maka itu tidak terjadi kecuali apa yang telah ditetapkan oleh Allah atasmu. jika sebaliknya mereka berkumpul untuk mencelakakan kamu maka itupun tak akan pernah terjadi kecuali hal tersebut telah ditetapkan oleh Allah SWT. Pena telah diangkat dan lembaran telah kering ( HR Tirmidzi ) 

Hadits di atas sebagaimana yang dinyatakan oleh Ibnu Rajab memerintahkan kepada seorang muslim untuk menjaga Allah maksudnya menjaga diri untuk menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya. Jika hal tersebut dilakukan maka niscaya Allah pun akan menjaga kemaslahatan nya di dunia, agama dan keimanannya ( lihat Jami'u Al Ilmi Wal Hikam ) Selanjutnya Rasulullah saw. Memerintahkan seseorang hanya meminta kepada Allah baik urusan dunia maupun urusan akhirat seperti dalam masalah rezeki dan kesembuhan dari penyakit Disamping itu Hadits ini mengajarkan kepada manusia untuk percaya kepada takdir bahwa tidak ada sesuatu apapun yang terjadi di dunia ini kecuali telah ditetapkan oleh Allah SWT perkara yang berkenaan dengan rukun aqidah termasuk qada dan qadar, rezeki, ajal tawakal keterkaitan aqidah dengan hukum syara juga patut untuk ditanamkan kepada anak dengan penyampaian dan contoh-contoh yang mudah mereka cerna.

Menanamkan Kecintaan Kepada Rasull SAW dan sunnahnya 

Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda " Demi jiwaku yang berada di tangannya tidak beriman seseorang diantara kalian sehingga aku Dicintai nya melebihi kecintaannya kepada orang tua dan anaknya." ( HR Bukhari dan Muslim ) 

Dalam hadits lain Rasulullah bersabda kami bersama Rasull SAW sementara beliau memegang tangan Umar Bin khattab. Maka Umar berkata kepadaNya " Wahai Rasulullah engkau adalah orang yang paling saya cintai dari segala sesuatu kecuali dari diriku. Maka Nabi SAW berkata " Tidak demi jiwaku yang berada di tanganku hingga aku lebih engkau cintai dari dirimu sendiri." Umar berkata: " Sekarang demi Allah engkau lebih aku cintai dari diriku sendiri." Rasulullah bersabda: "Sekarang baru benar wahai Ummar ( HR Bukhari ) 

Menanamkan Kecintaan Pada Alquran dan As-Sunnah dan Memotivasi untuk Menghafalnya 

Al Hafid as-suyuthi berkata:  "Mengajari anak Al-Quran merupakan salah satu pilar Islam dengan demikian mereka tumbuh sesuai dengan fitrah mereka. Cahaya hikmah segera memancar dalam diri mereka sebelum hawa nafsu dan kegelapan hati akibat maksiat dan kesesatan bersemayam dalam diri mereka." 

Ibnu Khaldun berkata: " Mengajarkan Al-Quran kepada anak merupakan salah satu siar agama yang dilakukan oleh pemeluk agama ini di seluruh pelosok pelosok Negeri mereka. Kekuatan iman dan Aqidah akidahnya bersemayam di dalam diri mereka karena ayat-ayat Alquran dan teks-teks ( mantan )  Hadis. Alquran adalah dasar pengajaran yang dibangun pada dirinya yang telah menjadi tradisi." 

Ibnu Abbas berkata Rasulullah SAW wafat pada saat usia saya 10 tahun dan saya telah menghafal Al-Muhkam ( HR Bukhari ). Menurut Ibnu Hajar muhkam adalah surat didalam Alquran yang banyak pemisahnya yang dimulai dari Al-Hujurat hingga akhir Alquran ( Fathul Bari XIV / 255 ).

Ibnu Abbas berkata Mereka bertanya kepadaku tentang Tafsir karena saya telah menghafal Alquran sejak kecil ( HR Ibnu Said dan menurut Ibnu Hajar sanadnya Shahih ) 

Imam Bukhari berkata saya diberi Ilham menghafal Hadits ketika saya berada di Kuttab ( sekolah untuk belajar menulis ). Ketika ditanya Berapa usianya pada saat itu beliau menjawab 10 tahun atau kurang. ( Taghliqu at Ta'aliq li ibn Hajar: V/386 )

Ismail bin Yahya berkata:  Saya mendengar Imam Syafi'i berkata saya telah menghafal Alquran ketika berusia 7 tahun dan menghafal Al muwattha  pada usia 10 tahun.

Rofiq bin Sulaiman berkata Imam Syafi'i telah memberi fatwa ketika berumur 15 tahun dan menghidupkan malam hingga beliau wafat.

Hamzah bin Sirin saudara Muhammad bin Sirin telah menghafal Alquran pada usia 12 tahun.

Ibrahim bin adham berkata: Bahwa bapaknya pernah berkata: Wahai anakku Tuntutlah hadits. setiap kali engkau mendengar hadits dan menghafalnya maka engkau akan mendapat 1 dirham, maka pada saat itu saya mulai menuntut hadis. 

Menghafal diusia  dini ini adalah masa yang sangat efektif bagi seorang anak.  Menurut sejumlah pakar usia yang baik bagi anak untuk menghafal adalah ketika ia telah menginjak usia 3 tahun berbagai cara dapat ditempuh agar ia terbiasa menghafal misalnya dengan mentalqin secara langsung kepadanya dengan cara mengulang-ulang beberapa ayat hadits dan doa atau dengan memperdengarkan melalui media audio seperti radio komputer smartphone dan sebagainya 

Anak juga dilatih agar terbiasa bangun sebelum terbit fajar di samping untuk melatih beribadah waktu tersebut merupakan waktu yang baik untuk menghafal khususnya Alquran.

Beberapa perkara aqidah lainnya yang dapat ditanamkan kepada anak antara lain 

- Menjauhkan anak dari pemikiran dan perilaku dan budaya syirik terutama yang saat ini berkembang di masyarakat dengan menjelaskan kebatilannya seperti praktek menyembah kepada selain Allah, meminta kepada selain Allah serta perilaku kufur.

- Menjauhkan mereka dari media baik cetak dan elektronik yang berisi kemusyrikan dan hal-hal yang bertentangan seperti tayangan yang berisi pornografi dan kekerasan.

- Menceritakan sejarah dan kisah nabi dan rasul dalam membela dan memperjuangkan akidah yang seperti kisah Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Isa, dan Rasulullah SAW termasuk kisah para sahabat nabi

- Menuturkan kepadnya riwayat-riwayat yang shahih mengenai gambaran surga dengan segala kenikmatan yang ada di dalamnya dan neraka dengan berbagai azabnya yang pedih serta berbagai perkara-perkara Ghaib lainnya seperti azab kubur dengan demikian sejak dini anak Telah Memiliki gambaran yang benar tentang perkara-perkara Ghaib sehingga dapat memberikan pengaruh dalam kehidupannya. 

Sumber : Muhammad Ishak Alik Munfaedah: Mendamba anak sholeh 

Share:

Wednesday, March 2, 2022

ADZAN DAN IQOMAH ( PENGERTIAN, SEJARAH, SYARAT MUADZIN, KESUNAHAN ADZAN DAN KEUTAMAAN SEORANG MUADZIN )

 

pixabay.com


A. PENGERTIAN ADZAN 

Adzan menurut bahasa adalah  Al i'lam yang artinya adalah pemberitahuan. Sedangkan adzan  menurut istilah adalah ucapan atau bacaan tertentu untuk mengetahui waktu salat maktubah ( salat yang difardukan atau salat lima waktu ) berikut adalah lafal dari bacaan adzan:

الله اكبر ،اللهاكبر

Allaahu Akbar, Allaahu Akbar (2x)

اشهدان لااله الاالله

Asyhadu allaa illaaha illallaah. (2x)

اشهدان محمد رسول الله

Asyhadu anna Muhammadar rasuulullah. (2x)

حي على الصلاة

Hayya 'alashshalaah (2x)

حي على الفلاح

Hayya 'alalfalaah. (2x)

اللهاكبر، الله اكبر

Allaahu Akbar, Allaahu Akbar (1x)

لااله الاالله

Laa ilaaha illallaah (1x)


Artinya :

Allah Maha Besar, Allah Maha Besar

Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah

Aku beraksi bahwa nabi Muhammad itu adalah utusan Allah

Marilah Sholat

Marilah menuju kepada kejayaan

Allah Maha Besar, Allah Maha Besar

Tiada Tuhan selain Allah

Untuk Adzan yang dikumandangkan ketika akan sholat shubuh, maka ditambahkan lafadz :

الصلاة خير من النوم

Ash-shalaatu khairum minan-nauum

Artinya: "Sholat itu lebih baik dari pada tidur"

dan dibaca 2x setelah lafadz Hayya 'alalfalaah

Pada dasarnya adzan dan iqomah dikumandangkan untuk sholat-sholat  yang difardhukan, akan tetapi dalam situasi dan kondisi tertentu juga disunahkan untuk adzan dengan iqomah seperti  saat bayi baru dilahirkan, ketika mendapatkan gangguan dari jin atau sihir Adzan dan iqomah ini juga disunahkan untuk salat yang di nadzari dan salat jenazah. 

Untuk salat salat sunnah yang dianjurkan berjamaah seperti salat hari raya,  salat gerhana, salat Tarawih dan Salat Istisqo tidak disunnahkan untuk adzan dan iqomah melainkan dianjurkan untuk mengumandangkan lafal  "  Assholatu jamiah  ".

B. SEJARAH ADZAN DAN IQOMAH DISYARIATKAN.

Adzan mulai disyariatkan pada tahun ke-2 Hijriah. Pada suatu hari Nabi Muhammad saw mengumpulkan para sahabat untuk bermusyawarahkan bagaimana cara memberitahu masuknya waktu sholat dan mengajak orang ke Masjid  untuk melakukan salat berjamaah. Di dalam musyawarah itu ada beberapa usulan. Ada yang mengusulkan supaya dikibarkan Bendera  sebagai tanda Waktu salat telah masuk. Ada juga yang mengusulkan supaya ditiup terompet seperti yang biasa dilakukan oleh pemeluk agama Yahudi. Ada lagi yang mengusulkan supaya dibunyikan lonceng seperti yang biasa dilakukan oleh orang Nasrani. 

Ada seorang sahabat yang menyarankan untuk menyalakan api pada tempat yang tinggi dimana orang-orang bisa dengan mudah melihat ketempat itu, atau setidak-tidaknya asapnya bisa dilihat orang walaupun ia berada ditempat yang jauh. Yang melihat api itu dinyalakan hendaklah datang menghadiri salat berjamaah. 

Semua usulan yang diajukan itu ditolak oleh Nabi, tetapi beliau menukar lafal itu denganassalatu jami’ah (marilah salat berjamaah). Lantas, ada usul dari Umar bin khattab  jikalau ditunjuk seseorang yang bertindak sebagai pemanggil kaum Muslim untuk salat pada setiap masuknya waktu salat. Kemudian saran ini agaknya bisa diterima oleh semua orang dan Nabi juga menyetujuinya. 

Abu dawud mengisahkan bahwa ( Abdullah bin zaid  berkata sebagai berikut: "Ketika cara memanggil kaum muslimin untuk salat dimusyawarahkan, suatu malam dalam tidurku aku bermimpi. Aku melihat ada seseorang sedang menenteng sebuah lonceng. Aku dekati orang itu dan bertanya kepadanya apakah ia ada maksud hendak menjual lonceng itu. Jika memang begitu aku memintanya untuk menjual kepadaku saja. Orang tersebut malah bertanya," Untuk apa? Aku menjawabnya, "Bahwa dengan membunyikan lonceng itu, kami dapat memanggil kaum muslim untuk menunaikan salat." Orang itu berkata lagi, "Maukah kau kuajari cara yang lebih baik?" Dan aku menjawab "Ya!" Lalu dia berkata lagi dan kali ini dengan suara yang amat lantang:


Allahu Akbar Allahu Akbar

Asyhadu alla ilaha illallah

Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah

Hayya 'alash sholah (2 kali)

Hayya 'alal falah (2 kali)

Allahu Akbar Allahu Akbar

La ilaha illallah


Ketika esoknya aku bangun, aku menemui Nabi Muhammad saw, dan menceritakan perihal mimpi itu kepadanya, kemudian Nabi Muhammad. SAW, berkata, "Itu mimpi yang sebetulnya nyata. Berdirilah disamping Billal bin Rabbah  dan ajarilah dia bagaimana mengucapkan kalimat itu. Dia harus mengumandangkan adzan seperti itu dan dia memiliki suara yang amat lantang." Lalu akupun melakukan hal itu bersama Bilal." Rupanya, mimpi serupa dialami pula oleh Umar ia juga menceritakannya kepada Nabi Muhammad, SAW.


Setelah lelaki yang membawa lonceng itu melafalkan adzan, dia diam sejenak, lalu berkata: "Kau katakan jika salat akan didirikan:

Allahu Akbar, Allahu Akbar

Asyhadu alla ilaha illallah

Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah

Hayya 'alash sholah

Hayya 'alal falah

Qod qomatish sholah (2 kali), artinya "Salat akan didirikan"

Allahu Akbar, Allahu Akbar

La ilaha illallah

Begitu shubuh, aku mendatangi Rasulullah SAW kemudian kuberitahu beliau apa yang kumimpikan. Beliaupun bersabda: "Sesungguhnya itu adalah mimpi yang benar, Insya Allah  Bangkitlah bersama Bilal dan ajarkanlah kepadanya apa yang kau mimpikan agar diadzankannya (diserukannya), karena sesungguhnya suaranya lebih lantang darimu." Ia berkata: Maka aku bangkit bersama Bilal, lalu aku ajarkan kepadanya dan dia yang berazan. Ia berkata: Hal tersebut terdengar oleh Umar bin al-Khaththab ketika dia berada di rumahnya. Kemudian dia keluar dengan selendangnya yang menjuntai. Dia berkata: "Demi Dzat yang telah mengutusmu dengan benar, sungguh aku telah memimpikan apa yang dimimpikannya." Kemudian Rasulullah SAW bersabda: "Maka bagi Allah-lah segala puji."


C. SYARAT-SYARAT ADZAN DAN IQOMAH

Syarat adzan dan iqomah 

a). Masuk waktu salat

Syarat adzan harus masuk waktu salat ini mengecualikan adzan awal salat Jumat dan adzannya salat subuh, maka sah-sah saja adzan untuk salat subuh dimulai setelah waktu tengah malam. Berbeda dengan iqomah kalau iqomah untuk salat subuh juga harus dalam waktu salat karena iqomah itu sendiri adalah pembukaan untuk melaksanakan salat 

b). Tertib

Tertib diini dalam artian melafalkan adza sesuai dengan urutanya dan tidk di bolak balik.  

c). Berkesinambungan 

Berkesinambungan dalam artian harus terus-menerus tidak boleh diselesaikan dengan pekerjaan lain atau diam terlalu lama 

d). Harus  dari satu orang, Maksudnya, semuarangkaian dan bacaan adzan harus diselesaikan oleh satu orang sehingga tidak diperbolehkan satu adzan diselesaikan oleh dua orang atau lebih. Dan syarat ini juga berlaku dalam iqomah 

e). Harus terdengar oleh sebagian jamaah dan diri sendiri juga harus mendengar apabila salat sendirian 


D. SYARAT-SYARAT MUADZIN ( ORAG YANG ADZAN )

1. Islam 

2. Tamyiz 

3. Laki-laki 

Syarat laki-laki ini Apabila audien atau jamaahnya adalah selain perempuan sebagai catatan semua syarat-syarat orang yang adzan ini juga berlaku untuk orang yang iqomah. 


E. HAL-HAL YANG DIMAKRUHKAN DALAM ADZAN DAN IQOMAH

Di dalam adzan dan iqomah terdapat hal-hal yang dimakruhkan diantaranya:

1. Mempunyai hadas kecil atau besar bahkan lebih sangat dimakruhkan apabila berhadas besar tapi apabila berada di tengah-tengah adzan maka tetap disunnahkan untuk menyempurnakan adzan sampai selesai walaupun dalam keadaa hadas

2. Berlebihan dalam memanjangkan bacaan adzan dan iqomah 

3. Berbicara tanpa ada kemaslahatan dalam adzan dan iqomah

4. Adzan dan iqomah sambil duduk bagi orang yang mampu berdiri 

5. Masih anak kecil ( shoby ) 

6. Orang fasik 

7. Menghadap selain kiblat 


F. HAL-HAL YANG MEMBATALKAN ADZAN DAN IQOMAH

1.  Murtad (keluar dari agama islam)

2. Mabuk 

3. Epilepsi atau Ayan 

4. Gila 

5. Memutus bacaan adzan atau iqamah dengan ucapan lain atau diam yang lama 


G.   HAL-HAL YANG DISUNAHKAN DALAM ADZAN DAN IQOMAH

dalam mengumandangkan adzan dan iqomah juga terdapat kesunahan kesunahan tersendiri diantaranya 

1. Tartil 

2. Tarji yakni membaca dua kalimat syahadat sebanyak 2 kali dengan suara pelan ( sekira terdengar oleh diri sendiri dan terdengar oleh orang yang berada di dekatnya. Bila adzan untuk jamaah mengeraskan bacaan dua kalimat syahadat dengan lantang 

3. Tatswid pada waktu akan salat shubuh. Yaitu dengan membaca

الصلاة الخير من النوم   

Di baca setelah 

حي على الصلاة dan حي على الفلاه 

4. Menolehkan kepala ke arah kanan Saat melafalkan حي على الصلاةdan menorehkan ke arah kiri saat melafalkan حي على فلاح 


5. Meletakkan kedua ujung jari telunjuk ke dalam 2 lubang telinga di saat adzan tidak disunnahkan saat iqomah 

6. Memiliki sifat adil dan taat 

7. Mempunyai suara yang bagus 

8. Mengeraskan suara 

9. Berada di tempat yang tinggi seperti berada di menara dll 

10.  menggabungkan dua bacaan Takbir dengan satu kali nafas atau suara 

11. Membaca ألا صلوا في رحا لكم Ala shallu fii rikha likum 

Catatan : Lafal ini dibaca 2 kali setelah selesai adzan ketika 

a. Terdapat hujan di malam hari di 

b. Ada angin ribut

c. Ter jadi kegelapan

d. Dan Setiap kejadian yang menyebabkan munculnya udzur dalam  jamaah

 

12. Untuk salat subuh disunahkan adzan dua kali adzan pertama sebelum fajar dan adzan kedua setelah fajar

13. Bagi orang yang adzan dan iqomah disunahkan tidak menjawab salamnya orang lain dan dianjurkan untuk menjawab salam setelah adzan atau iqamah 

14. Bagi orang yang adzan dan iqomah disunahkan untuk tidak berjalan-jalan saat mengumandangkan adzan ataupun iqomah

15 bagi orang yang mendengarkan adzan dan iqomah disunahkan menjawab dengan membaca lafal yang sama seperti yang telah dikumandangkan oleh orang muadzin dan orang yang iqomah kecuali pada lafal 

HAYYA ALA SHOLAH dan  Hayy ALAL FALAH  dan lafal ALA SHALLU FII RIHKHALIKU. maka setelah dikumandangkan 3 lafal di atas disunahkan membaca: Laa Haula WALAA QUWWATA ILLA BILLAH  sebanyak 4 kali setelah La haula ila akhirihi di dalam adzan,  dua kali setelah lafal ALAA SHOLLU FII RIKHAALLIKIM dan dua kali setelah La haul... ila akhiri di dalam iqomah. 

Dan setelah bacaan tatswid di sunnahkan menjawab dengan lafal 

صدقت وبريرت وانا على ذلك من الشا هدين  

sodaqta wabarirta wa Ana ala dzalika minasy syahidin

Menurut Sebagian ulama ada yang berpendapat dengan disunahkan menjawab tatswid dengan bacaan: 

صدق رسول الله صلى الله عليه وسلم الصلاة خير من النوم 

shodaqo Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Asshalatu khairum minan naum 

kemudian setelah bacaan dua kalimat iqomah disunahkan menjawab dengan bacaan: 

اقا مهاالله وادمهامادمت السموات والارض  

Aqo mahallahu wa adamaha  Mada mati as syaamawaatu Wal ardhi 


16. Bagi orang yang adzan orang yang iqomah dan orang yang mendengarkan keduanya disunahkan membaca shalawat dan doa sebagaimana berikut:

اللھم رب هذه الدعوة التامة والصلاة القاىإمه ات سيدنا محمدن الوسيلة والفضيلة والدرجة الرفيعة وابعثه مقاما محمدنالذي وعدته.


H. KEUTAMAAN SEORANG MUADZIN 

1)  Pahala seorang Muadzin  begitu besar Rasulullah SAW menyebut jika semua orang mengetahui besarnya pahalaseorang muadzin niscaya mereka akan berebut agar dapat jatah mengumandangkan Adzan meskipun dengan berbagai cara.

Rasulullah SAW bersabda " Seandainya orang-orang mengetahui pahala yang terkandung pada adzan dan soft pertama kemudian mereka tidak mungkin mendapatkannya kecuali dengan cara mengadakan undian atasnya niscaya mereka akan melakukan undian ( HR Bukhari Muslim )

2. Dijanjikan ampunan oleh Allah SWT salah satu janji Allah bagi orang muadzin adalah ia akan dimintakan ampun oleh seluruh benda yang ada di bumi. Hal ini berdasarkan hadits riwayat Ahmad yang artinya :

Muadzin diampuni sejauh jangkauan adzannya seluruh benda yang basah maupun yang kering yang mendengar adzan memohonkan ampun untuknya (. HR Ahmad )

3. Seluruh benda yang mendengar adzan akan menjadi saksi bagi seorang muadzin di hari kiamat nanti Hal ini diungkapkan Abu Ya'lam  dalam sebuah hadis bahwa seluruh Jin manusia batu bahkan pohon akan menjadi saksi bagi muadzin di hari kiamat.

4. Rasulullah mendoakan orang yang mengumandangkan Adzan dalam hadis riwayat Ibnu Hibban Rasulullah secara khusus meminta ampun untuk muadzin artinya Semoga Allahmeluruskan Imam dan mengampuni para muadzin  ( HR Ibnu Hibban )

5. Pahala orang yang azan seperti pahala orang yang melakukan salat. Hal ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Imam Nasa'i yang artinya:

Muadzin mendapatkan pahala seperti pahala orang yang salat bersamanya ( HR. AN NASAI ) 

6. Muadzin tidak akan tenggelam oleh keringat pada saat hari kiamat karena ia dipanjangkan lehernya oleh Allah SWT hal ini sesuai hadis Nabi yang diriwayatkan oleh imam muslim artinya:

Para muadzin adalah orang yang berleher panjang pada hari kiamat  ( HR. MUSLIM ) 

7. Muadzin dijanjikan Allah akan dimasukkan ke dalam surga hal ini diriwayatkan oleh Imam An Nasa'i dalam sebuah hadis dari jalur Abu Hurairah

Kami pernah bersama Rasulullah SAW lalu Bilal berdiri mengumandangkan Adzan ketika selesai Rosulullah Rosulullah SAW bersabda barangsiapa mengucapkan seperti ini dengan yakin niscaya dia masuk surga (  HR An Nasa'i ) 

WAllahu A'lam 





Share: