Setiap titik awal pengetahuan, temukan jawaban dan tambah wawasan.

Showing posts with label FIQIH. Show all posts
Showing posts with label FIQIH. Show all posts

Tuesday, March 4, 2025

Amalan yang Dianjurkan di Bulan Puasa agar Pahala Berlipat

Pixabay.com

Bulan Ramadan adalah waktu yang penuh berkah dan ampunan. Setiap ibadah yang dilakukan di bulan suci ini akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda dibandingkan bulan-bulan lainnya. Oleh karena itu, umat Muslim dianjurkan untuk meningkatkan amal ibadah dan memperbanyak kebaikan. Namun, apa saja amalan yang dapat dilakukan agar ibadah kita lebih maksimal? Berikut adalah beberapa amalan yang dianjurkan di bulan puasa agar pahala berlipat.


1. Membaca dan Merenungkan Al-Qur’an

Bulan Ramadan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an. Oleh karena itu, memperbanyak membaca dan memahami maknanya adalah amalan yang sangat dianjurkan. Rasulullah SAW sendiri memperbanyak membaca Al-Qur’an di bulan Ramadan, bahkan Jibril turun untuk membacakan Al-Qur’an bersama beliau.

Tips membaca Al-Qur’an di bulan Ramadan:

  • Buat target harian, misalnya membaca satu juz per hari agar bisa khatam dalam sebulan.
  • Luangkan waktu setelah shalat fardhu untuk membaca Al-Qur’an.
  • Gunakan terjemahan dan tafsir agar lebih memahami maknanya.


2. Shalat Tarawih

Shalat tarawih merupakan ibadah sunnah yang hanya ada di bulan Ramadan. Meskipun tidak wajib, shalat ini memiliki keutamaan yang luar biasa. Rasulullah SAW bersabda:

"Barang siapa yang mendirikan shalat (tarawih) pada malam Ramadan dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni." (HR. Bukhari dan Muslim).

Shalat tarawih bisa dilakukan secara berjamaah di masjid maupun sendiri di rumah. Yang terpenting adalah niat dan konsistensi dalam melaksanakannya.


3. Bersedekah dan Berbagi dengan Sesama

Ramadan adalah bulan berbagi. Bersedekah di bulan ini memiliki keutamaan yang besar, bahkan Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan terutama di bulan Ramadan.

Bentuk-bentuk sedekah yang bisa dilakukan:

  • Memberi makanan untuk berbuka puasa.
  • Menyisihkan sebagian penghasilan untuk fakir miskin dan yatim piatu.
  • Memberikan bantuan kepada orang-orang yang membutuhkan, baik berupa uang, pakaian, atau barang lainnya.


4. I’tikaf di Masjid

I’tikaf adalah ibadah yang dilakukan dengan berdiam diri di masjid untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Biasanya dilakukan pada sepuluh malam terakhir Ramadan untuk mencari malam Lailatul Qadar.

Manfaat i’tikaf:

  • Lebih fokus dalam beribadah.
  • Mengurangi gangguan dari urusan duniawi.
  • Mendapatkan ketenangan dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT.


5. Memperbanyak Dzikir dan Doa

Dzikir dan doa adalah amalan ringan yang bisa dilakukan kapan saja, namun memiliki pahala yang besar. Memanfaatkan waktu-waktu mustajab seperti saat sahur, berbuka, dan sepertiga malam untuk berdoa sangat dianjurkan.

Beberapa dzikir yang dianjurkan:

  • Membaca tasbih (Subhanallah), tahmid (Alhamdulillah), tahlil (Laa ilaaha illallah), dan takbir (Allahu Akbar).
  • Istighfar untuk memohon ampunan.
  • Shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.


6. Menjaga Lisan dan Perbuatan

Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga diri dari perbuatan buruk. Rasulullah SAW bersabda:

"Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan dosa, maka Allah tidak butuh terhadap puasanya dari makan dan minum." (HR. Bukhari).

Cara menjaga lisan dan perbuatan:

  • Hindari ghibah, fitnah, dan berkata kasar.
  • Bersikap sabar dan menghindari perdebatan.
  • Perbanyak berbicara hal-hal yang bermanfaat.


7. Menyegerakan Berbuka dan Mengakhirkan Sahur

Salah satu sunnah dalam berpuasa adalah menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur. Rasulullah SAW bersabda:

"Manusia akan senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka." (HR. Bukhari dan Muslim).

Berbuka dengan kurma dan air putih adalah sunnah yang dianjurkan karena memberikan energi instan bagi tubuh.


8. Mencari Malam Lailatul Qadar

Lailatul Qadar adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Qadr bahwa malam ini penuh keberkahan dan ampunan.

Amalan yang bisa dilakukan untuk mencari Lailatul Qadar:

  • Memperbanyak ibadah pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan.
  • Shalat malam, membaca Al-Qur’an, dan berdzikir.
  • Berdoa dengan doa yang diajarkan Rasulullah SAW: “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni” (Ya Allah, Engkau Maha Pengampun dan mencintai pengampunan, maka ampunilah aku).


Kesimpulan

Bulan Ramadan adalah kesempatan emas untuk meningkatkan ibadah dan mendapatkan pahala berlipat. Dengan melakukan amalan-amalan seperti membaca Al-Qur’an, shalat tarawih, bersedekah, i’tikaf, dan memperbanyak doa, kita bisa meraih keberkahan Ramadan dengan maksimal. Jangan lewatkan kesempatan ini, karena kita tidak pernah tahu apakah masih bisa bertemu Ramadan berikutnya. Mari manfaatkan setiap detiknya dengan sebaik-baiknya!

Share:

Monday, March 3, 2025

Puasa dan Kesehatan: Apa yang Terjadi pada Tubuh Saat Berpuasa?

Pixabay.com

Banyak orang menjalani puasa karena alasan keagamaan, tetapi tahukah Anda bahwa puasa juga memiliki dampak luar biasa bagi kesehatan? Saat berpuasa, tubuh mengalami berbagai perubahan yang dapat memberikan manfaat bagi kesehatan fisik dan mental. Namun, proses ini juga menuntut tubuh untuk beradaptasi dengan pola makan yang berbeda dari biasanya. Lalu, apa saja yang sebenarnya terjadi pada tubuh saat kita berpuasa? Mari kita bahas secara lebih mendalam!


1. Jam-Jam Pertama: Tubuh Mulai Menyesuaikan Diri

Ketika Anda baru mulai berpuasa, tubuh masih menggunakan cadangan energi dari makanan terakhir yang dikonsumsi. Dalam beberapa jam pertama, tubuh akan mulai mencerna dan menyerap nutrisi dari makanan tersebut. Gula darah masih berada dalam kondisi stabil, dan tubuh menggunakan glukosa sebagai sumber energi utama.

Namun, setelah sekitar 6-8 jam, kadar glukosa dalam darah mulai menurun. Pada titik ini, tubuh akan mulai mencari sumber energi lain, yaitu glikogen yang tersimpan di hati dan otot. Proses ini disebut glikogenolisis, yang membantu menjaga kadar gula darah agar tetap stabil.


2. 8-12 Jam: Tubuh Mulai Menggunakan Cadangan Energi

Saat cadangan glikogen mulai habis, tubuh mulai beralih menggunakan lemak sebagai sumber energi. Proses ini disebut lipolisis, di mana lemak dipecah menjadi asam lemak dan digunakan sebagai bahan bakar oleh tubuh. Inilah alasan mengapa puasa sering dikaitkan dengan penurunan berat badan dan pembakaran lemak.

Namun, pada fase ini, beberapa orang mungkin mulai merasa lapar, lemas, atau sulit berkonsentrasi. Ini adalah respons alami tubuh terhadap perubahan pola makan, tetapi seiring berjalannya waktu, tubuh akan mulai beradaptasi.


3. 12-24 Jam: Metabolisme Mulai Berubah

Setelah 12 jam tanpa makanan, tubuh semakin mengandalkan lemak sebagai sumber energi utama. Selain itu, kadar insulin dalam darah menurun, yang dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan menurunkan risiko diabetes tipe 2.

Pada saat yang sama, tubuh juga mulai meningkatkan produksi hormon pertumbuhan, yang berperan penting dalam regenerasi sel dan pembentukan otot. Ini adalah salah satu alasan mengapa puasa dapat membantu meningkatkan kesehatan secara keseluruhan dan memperlambat proses penuaan.


4. 24-48 Jam: Detoksifikasi dan Peremajaan Sel

Jika puasa dilakukan dalam periode yang lebih panjang (seperti puasa sunnah atau intermittent fasting), tubuh mulai memasuki fase autofagi, yaitu proses di mana sel-sel tubuh mendaur ulang komponen yang rusak atau tidak lagi diperlukan. Ini dapat membantu memperbaiki sel-sel tubuh dan mengurangi risiko penyakit kronis seperti kanker dan Alzheimer.

Selain itu, kadar keton dalam darah meningkat, yang bisa memberikan manfaat bagi kesehatan otak dan meningkatkan fokus serta energi mental. Banyak penelitian menunjukkan bahwa puasa dapat membantu meningkatkan fungsi kognitif dan melindungi otak dari penyakit neurodegeneratif.


5. Manfaat Kesehatan Puasa

Berpuasa tidak hanya membantu dalam mengontrol berat badan, tetapi juga memiliki berbagai manfaat kesehatan lainnya, seperti:

  • Meningkatkan kesehatan jantung: Puasa dapat membantu menurunkan tekanan darah, kadar kolesterol, dan risiko penyakit jantung.
  • Meningkatkan sistem kekebalan tubuh: Dengan memberikan waktu istirahat bagi sistem pencernaan, tubuh dapat lebih fokus dalam memperbaiki sel-sel yang rusak dan meningkatkan daya tahan tubuh.
  • Mengurangi peradangan: Puasa dapat membantu menurunkan kadar peradangan dalam tubuh, yang berhubungan dengan berbagai penyakit kronis seperti diabetes dan artritis.
  • Meningkatkan kesehatan mental: Dengan meningkatnya produksi hormon pertumbuhan dan keton, puasa dapat membantu meningkatkan fokus, konsentrasi, dan kesehatan otak secara keseluruhan.

6. Tips Agar Puasa Tetap Sehat dan Lancar

Agar puasa tetap memberikan manfaat yang optimal bagi kesehatan, penting untuk memperhatikan pola makan dan gaya hidup. Berikut beberapa tips yang bisa Anda terapkan:

  • Pilih makanan bergizi saat sahur dan berbuka: Konsumsi makanan tinggi serat, protein, dan lemak sehat untuk menjaga energi lebih lama.
  • Hindari makanan tinggi gula dan karbohidrat olahan: Makanan manis dapat meningkatkan kadar gula darah secara drastis dan menyebabkan rasa lemas setelahnya.
  • Minum cukup air: Pastikan tubuh tetap terhidrasi dengan mengonsumsi air yang cukup saat sahur dan berbuka.
  • Tidur yang cukup: Kurang tidur dapat mengganggu metabolisme tubuh dan membuat Anda merasa lemas saat berpuasa.
  • Tetap aktif: Lakukan aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki atau yoga untuk menjaga kebugaran tubuh selama berpuasa.


Kesimpulan

Puasa bukan hanya sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga memberikan manfaat luar biasa bagi kesehatan tubuh. Dari pembakaran lemak hingga peremajaan sel, tubuh mengalami berbagai perubahan positif saat berpuasa. Dengan menjaga pola makan yang sehat dan memperhatikan gaya hidup, Anda bisa mendapatkan manfaat maksimal dari puasa sekaligus menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Jadi, siap menjalani puasa dengan lebih sehat dan penuh energi?

Share:

Friday, November 25, 2022

KEUTAMAAN PUASA ENAM HARI DI BULAN SYAWAL

Pixabay.com


Setelah selesai melaksanakn ibadah puasa ramadahan selama sebulan dan merayakan hari kemenangan, umat islam di sunahkan kembali untuk menjalankan puasa dibulan syawal. Puasa ini disunahkan kepada umat islam selama enam hari yakni pada tanggal 2-7 di bulan syawal. Meski cuma disunahkan selama enam hari tak jadi masalah jika inggin menuntaskanya sampai akhir  bulan syawal.

Puasa enam hari dibulan syawal memiliki beberapa keutamaan, mulai dari keutamaan pahala puasa selama setahun  penuh hingga menjadi tolak ukur diterimanya puasa Ramadhan . Berikut keutamaan puasa enam hari dibulan syawal

1. Seperti puasa selama setahun penuh. 

Keutamaan puasa syawal di jelaskan pada hadis yang diriwayatkan oleh imam muslim  "Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hai dibulan syawal maka baginya pahala puasa selama setahun penuh’’ ( HR Mulim )

Selain hadis diatas ibnu majah juga meriwayatkan hadis serupa tentang pahala menjalan kan puasa di bulan syawal ‘seperti diceritakan dari Muhammad bin Ibrahim, usamah bin zaid terbiasa puasa di bulan-bulan suci. Rasulullah saw kemudian berkata 'Puasalah dibulan syawal ,’ lalu dia melaksanakan puasa tersebut hingga akhir hayat. “ ( HR Sunan Ibn Majah )

2. Menyempurnakan puasa ramadhan.

Hal ini sebagaimana sholat sunah rawatib sebagai penyempurna darisholat fardhu 5 waktu

3. Menjadi tanda diterimanya puasa ramadhan. 

Puasa sunah di bulan syawal membisakan umat islam untuk berpuasa setelah selesainya puasa Ramadhan. Hal ini merupakan tanda diterimanya puasa Ramadhan umat islam. Sebab Allah akan menganugrahi seseorang berbuat kebaikan kembali jika telah menerima amal kebaikan sebelumnya.

4. Mendapat pahala yang berlipat.

Keutamaan puasa dibulan syawal adalah meipatgandakan pahala, hal ini sesuai dengan hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu majah “ barang siapa berpuasa enam hari setelah puasa hari raya idul fitri, maka dia seperti berpuasa setahun penuh ( barang siapa berbuat satu kebaikan, maka baginya sepuluh kebaikan semisal ).” ( HR. Ibnu Majah ).

Wallahu a’lam


 

Share:

Wednesday, March 2, 2022

ADZAN DAN IQOMAH ( PENGERTIAN, SEJARAH, SYARAT MUADZIN, KESUNAHAN ADZAN DAN KEUTAMAAN SEORANG MUADZIN )

 

pixabay.com


A. PENGERTIAN ADZAN 

Adzan menurut bahasa adalah  Al i'lam yang artinya adalah pemberitahuan. Sedangkan adzan  menurut istilah adalah ucapan atau bacaan tertentu untuk mengetahui waktu salat maktubah ( salat yang difardukan atau salat lima waktu ) berikut adalah lafal dari bacaan adzan:

الله اكبر ،اللهاكبر

Allaahu Akbar, Allaahu Akbar (2x)

اشهدان لااله الاالله

Asyhadu allaa illaaha illallaah. (2x)

اشهدان محمد رسول الله

Asyhadu anna Muhammadar rasuulullah. (2x)

حي على الصلاة

Hayya 'alashshalaah (2x)

حي على الفلاح

Hayya 'alalfalaah. (2x)

اللهاكبر، الله اكبر

Allaahu Akbar, Allaahu Akbar (1x)

لااله الاالله

Laa ilaaha illallaah (1x)


Artinya :

Allah Maha Besar, Allah Maha Besar

Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah

Aku beraksi bahwa nabi Muhammad itu adalah utusan Allah

Marilah Sholat

Marilah menuju kepada kejayaan

Allah Maha Besar, Allah Maha Besar

Tiada Tuhan selain Allah

Untuk Adzan yang dikumandangkan ketika akan sholat shubuh, maka ditambahkan lafadz :

الصلاة خير من النوم

Ash-shalaatu khairum minan-nauum

Artinya: "Sholat itu lebih baik dari pada tidur"

dan dibaca 2x setelah lafadz Hayya 'alalfalaah

Pada dasarnya adzan dan iqomah dikumandangkan untuk sholat-sholat  yang difardhukan, akan tetapi dalam situasi dan kondisi tertentu juga disunahkan untuk adzan dengan iqomah seperti  saat bayi baru dilahirkan, ketika mendapatkan gangguan dari jin atau sihir Adzan dan iqomah ini juga disunahkan untuk salat yang di nadzari dan salat jenazah. 

Untuk salat salat sunnah yang dianjurkan berjamaah seperti salat hari raya,  salat gerhana, salat Tarawih dan Salat Istisqo tidak disunnahkan untuk adzan dan iqomah melainkan dianjurkan untuk mengumandangkan lafal  "  Assholatu jamiah  ".

B. SEJARAH ADZAN DAN IQOMAH DISYARIATKAN.

Adzan mulai disyariatkan pada tahun ke-2 Hijriah. Pada suatu hari Nabi Muhammad saw mengumpulkan para sahabat untuk bermusyawarahkan bagaimana cara memberitahu masuknya waktu sholat dan mengajak orang ke Masjid  untuk melakukan salat berjamaah. Di dalam musyawarah itu ada beberapa usulan. Ada yang mengusulkan supaya dikibarkan Bendera  sebagai tanda Waktu salat telah masuk. Ada juga yang mengusulkan supaya ditiup terompet seperti yang biasa dilakukan oleh pemeluk agama Yahudi. Ada lagi yang mengusulkan supaya dibunyikan lonceng seperti yang biasa dilakukan oleh orang Nasrani. 

Ada seorang sahabat yang menyarankan untuk menyalakan api pada tempat yang tinggi dimana orang-orang bisa dengan mudah melihat ketempat itu, atau setidak-tidaknya asapnya bisa dilihat orang walaupun ia berada ditempat yang jauh. Yang melihat api itu dinyalakan hendaklah datang menghadiri salat berjamaah. 

Semua usulan yang diajukan itu ditolak oleh Nabi, tetapi beliau menukar lafal itu denganassalatu jami’ah (marilah salat berjamaah). Lantas, ada usul dari Umar bin khattab  jikalau ditunjuk seseorang yang bertindak sebagai pemanggil kaum Muslim untuk salat pada setiap masuknya waktu salat. Kemudian saran ini agaknya bisa diterima oleh semua orang dan Nabi juga menyetujuinya. 

Abu dawud mengisahkan bahwa ( Abdullah bin zaid  berkata sebagai berikut: "Ketika cara memanggil kaum muslimin untuk salat dimusyawarahkan, suatu malam dalam tidurku aku bermimpi. Aku melihat ada seseorang sedang menenteng sebuah lonceng. Aku dekati orang itu dan bertanya kepadanya apakah ia ada maksud hendak menjual lonceng itu. Jika memang begitu aku memintanya untuk menjual kepadaku saja. Orang tersebut malah bertanya," Untuk apa? Aku menjawabnya, "Bahwa dengan membunyikan lonceng itu, kami dapat memanggil kaum muslim untuk menunaikan salat." Orang itu berkata lagi, "Maukah kau kuajari cara yang lebih baik?" Dan aku menjawab "Ya!" Lalu dia berkata lagi dan kali ini dengan suara yang amat lantang:


Allahu Akbar Allahu Akbar

Asyhadu alla ilaha illallah

Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah

Hayya 'alash sholah (2 kali)

Hayya 'alal falah (2 kali)

Allahu Akbar Allahu Akbar

La ilaha illallah


Ketika esoknya aku bangun, aku menemui Nabi Muhammad saw, dan menceritakan perihal mimpi itu kepadanya, kemudian Nabi Muhammad. SAW, berkata, "Itu mimpi yang sebetulnya nyata. Berdirilah disamping Billal bin Rabbah  dan ajarilah dia bagaimana mengucapkan kalimat itu. Dia harus mengumandangkan adzan seperti itu dan dia memiliki suara yang amat lantang." Lalu akupun melakukan hal itu bersama Bilal." Rupanya, mimpi serupa dialami pula oleh Umar ia juga menceritakannya kepada Nabi Muhammad, SAW.


Setelah lelaki yang membawa lonceng itu melafalkan adzan, dia diam sejenak, lalu berkata: "Kau katakan jika salat akan didirikan:

Allahu Akbar, Allahu Akbar

Asyhadu alla ilaha illallah

Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah

Hayya 'alash sholah

Hayya 'alal falah

Qod qomatish sholah (2 kali), artinya "Salat akan didirikan"

Allahu Akbar, Allahu Akbar

La ilaha illallah

Begitu shubuh, aku mendatangi Rasulullah SAW kemudian kuberitahu beliau apa yang kumimpikan. Beliaupun bersabda: "Sesungguhnya itu adalah mimpi yang benar, Insya Allah  Bangkitlah bersama Bilal dan ajarkanlah kepadanya apa yang kau mimpikan agar diadzankannya (diserukannya), karena sesungguhnya suaranya lebih lantang darimu." Ia berkata: Maka aku bangkit bersama Bilal, lalu aku ajarkan kepadanya dan dia yang berazan. Ia berkata: Hal tersebut terdengar oleh Umar bin al-Khaththab ketika dia berada di rumahnya. Kemudian dia keluar dengan selendangnya yang menjuntai. Dia berkata: "Demi Dzat yang telah mengutusmu dengan benar, sungguh aku telah memimpikan apa yang dimimpikannya." Kemudian Rasulullah SAW bersabda: "Maka bagi Allah-lah segala puji."


C. SYARAT-SYARAT ADZAN DAN IQOMAH

Syarat adzan dan iqomah 

a). Masuk waktu salat

Syarat adzan harus masuk waktu salat ini mengecualikan adzan awal salat Jumat dan adzannya salat subuh, maka sah-sah saja adzan untuk salat subuh dimulai setelah waktu tengah malam. Berbeda dengan iqomah kalau iqomah untuk salat subuh juga harus dalam waktu salat karena iqomah itu sendiri adalah pembukaan untuk melaksanakan salat 

b). Tertib

Tertib diini dalam artian melafalkan adza sesuai dengan urutanya dan tidk di bolak balik.  

c). Berkesinambungan 

Berkesinambungan dalam artian harus terus-menerus tidak boleh diselesaikan dengan pekerjaan lain atau diam terlalu lama 

d). Harus  dari satu orang, Maksudnya, semuarangkaian dan bacaan adzan harus diselesaikan oleh satu orang sehingga tidak diperbolehkan satu adzan diselesaikan oleh dua orang atau lebih. Dan syarat ini juga berlaku dalam iqomah 

e). Harus terdengar oleh sebagian jamaah dan diri sendiri juga harus mendengar apabila salat sendirian 


D. SYARAT-SYARAT MUADZIN ( ORAG YANG ADZAN )

1. Islam 

2. Tamyiz 

3. Laki-laki 

Syarat laki-laki ini Apabila audien atau jamaahnya adalah selain perempuan sebagai catatan semua syarat-syarat orang yang adzan ini juga berlaku untuk orang yang iqomah. 


E. HAL-HAL YANG DIMAKRUHKAN DALAM ADZAN DAN IQOMAH

Di dalam adzan dan iqomah terdapat hal-hal yang dimakruhkan diantaranya:

1. Mempunyai hadas kecil atau besar bahkan lebih sangat dimakruhkan apabila berhadas besar tapi apabila berada di tengah-tengah adzan maka tetap disunnahkan untuk menyempurnakan adzan sampai selesai walaupun dalam keadaa hadas

2. Berlebihan dalam memanjangkan bacaan adzan dan iqomah 

3. Berbicara tanpa ada kemaslahatan dalam adzan dan iqomah

4. Adzan dan iqomah sambil duduk bagi orang yang mampu berdiri 

5. Masih anak kecil ( shoby ) 

6. Orang fasik 

7. Menghadap selain kiblat 


F. HAL-HAL YANG MEMBATALKAN ADZAN DAN IQOMAH

1.  Murtad (keluar dari agama islam)

2. Mabuk 

3. Epilepsi atau Ayan 

4. Gila 

5. Memutus bacaan adzan atau iqamah dengan ucapan lain atau diam yang lama 


G.   HAL-HAL YANG DISUNAHKAN DALAM ADZAN DAN IQOMAH

dalam mengumandangkan adzan dan iqomah juga terdapat kesunahan kesunahan tersendiri diantaranya 

1. Tartil 

2. Tarji yakni membaca dua kalimat syahadat sebanyak 2 kali dengan suara pelan ( sekira terdengar oleh diri sendiri dan terdengar oleh orang yang berada di dekatnya. Bila adzan untuk jamaah mengeraskan bacaan dua kalimat syahadat dengan lantang 

3. Tatswid pada waktu akan salat shubuh. Yaitu dengan membaca

الصلاة الخير من النوم   

Di baca setelah 

حي على الصلاة dan حي على الفلاه 

4. Menolehkan kepala ke arah kanan Saat melafalkan حي على الصلاةdan menorehkan ke arah kiri saat melafalkan حي على فلاح 


5. Meletakkan kedua ujung jari telunjuk ke dalam 2 lubang telinga di saat adzan tidak disunnahkan saat iqomah 

6. Memiliki sifat adil dan taat 

7. Mempunyai suara yang bagus 

8. Mengeraskan suara 

9. Berada di tempat yang tinggi seperti berada di menara dll 

10.  menggabungkan dua bacaan Takbir dengan satu kali nafas atau suara 

11. Membaca ألا صلوا في رحا لكم Ala shallu fii rikha likum 

Catatan : Lafal ini dibaca 2 kali setelah selesai adzan ketika 

a. Terdapat hujan di malam hari di 

b. Ada angin ribut

c. Ter jadi kegelapan

d. Dan Setiap kejadian yang menyebabkan munculnya udzur dalam  jamaah

 

12. Untuk salat subuh disunahkan adzan dua kali adzan pertama sebelum fajar dan adzan kedua setelah fajar

13. Bagi orang yang adzan dan iqomah disunahkan tidak menjawab salamnya orang lain dan dianjurkan untuk menjawab salam setelah adzan atau iqamah 

14. Bagi orang yang adzan dan iqomah disunahkan untuk tidak berjalan-jalan saat mengumandangkan adzan ataupun iqomah

15 bagi orang yang mendengarkan adzan dan iqomah disunahkan menjawab dengan membaca lafal yang sama seperti yang telah dikumandangkan oleh orang muadzin dan orang yang iqomah kecuali pada lafal 

HAYYA ALA SHOLAH dan  Hayy ALAL FALAH  dan lafal ALA SHALLU FII RIHKHALIKU. maka setelah dikumandangkan 3 lafal di atas disunahkan membaca: Laa Haula WALAA QUWWATA ILLA BILLAH  sebanyak 4 kali setelah La haula ila akhirihi di dalam adzan,  dua kali setelah lafal ALAA SHOLLU FII RIKHAALLIKIM dan dua kali setelah La haul... ila akhiri di dalam iqomah. 

Dan setelah bacaan tatswid di sunnahkan menjawab dengan lafal 

صدقت وبريرت وانا على ذلك من الشا هدين  

sodaqta wabarirta wa Ana ala dzalika minasy syahidin

Menurut Sebagian ulama ada yang berpendapat dengan disunahkan menjawab tatswid dengan bacaan: 

صدق رسول الله صلى الله عليه وسلم الصلاة خير من النوم 

shodaqo Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Asshalatu khairum minan naum 

kemudian setelah bacaan dua kalimat iqomah disunahkan menjawab dengan bacaan: 

اقا مهاالله وادمهامادمت السموات والارض  

Aqo mahallahu wa adamaha  Mada mati as syaamawaatu Wal ardhi 


16. Bagi orang yang adzan orang yang iqomah dan orang yang mendengarkan keduanya disunahkan membaca shalawat dan doa sebagaimana berikut:

اللھم رب هذه الدعوة التامة والصلاة القاىإمه ات سيدنا محمدن الوسيلة والفضيلة والدرجة الرفيعة وابعثه مقاما محمدنالذي وعدته.


H. KEUTAMAAN SEORANG MUADZIN 

1)  Pahala seorang Muadzin  begitu besar Rasulullah SAW menyebut jika semua orang mengetahui besarnya pahalaseorang muadzin niscaya mereka akan berebut agar dapat jatah mengumandangkan Adzan meskipun dengan berbagai cara.

Rasulullah SAW bersabda " Seandainya orang-orang mengetahui pahala yang terkandung pada adzan dan soft pertama kemudian mereka tidak mungkin mendapatkannya kecuali dengan cara mengadakan undian atasnya niscaya mereka akan melakukan undian ( HR Bukhari Muslim )

2. Dijanjikan ampunan oleh Allah SWT salah satu janji Allah bagi orang muadzin adalah ia akan dimintakan ampun oleh seluruh benda yang ada di bumi. Hal ini berdasarkan hadits riwayat Ahmad yang artinya :

Muadzin diampuni sejauh jangkauan adzannya seluruh benda yang basah maupun yang kering yang mendengar adzan memohonkan ampun untuknya (. HR Ahmad )

3. Seluruh benda yang mendengar adzan akan menjadi saksi bagi seorang muadzin di hari kiamat nanti Hal ini diungkapkan Abu Ya'lam  dalam sebuah hadis bahwa seluruh Jin manusia batu bahkan pohon akan menjadi saksi bagi muadzin di hari kiamat.

4. Rasulullah mendoakan orang yang mengumandangkan Adzan dalam hadis riwayat Ibnu Hibban Rasulullah secara khusus meminta ampun untuk muadzin artinya Semoga Allahmeluruskan Imam dan mengampuni para muadzin  ( HR Ibnu Hibban )

5. Pahala orang yang azan seperti pahala orang yang melakukan salat. Hal ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Imam Nasa'i yang artinya:

Muadzin mendapatkan pahala seperti pahala orang yang salat bersamanya ( HR. AN NASAI ) 

6. Muadzin tidak akan tenggelam oleh keringat pada saat hari kiamat karena ia dipanjangkan lehernya oleh Allah SWT hal ini sesuai hadis Nabi yang diriwayatkan oleh imam muslim artinya:

Para muadzin adalah orang yang berleher panjang pada hari kiamat  ( HR. MUSLIM ) 

7. Muadzin dijanjikan Allah akan dimasukkan ke dalam surga hal ini diriwayatkan oleh Imam An Nasa'i dalam sebuah hadis dari jalur Abu Hurairah

Kami pernah bersama Rasulullah SAW lalu Bilal berdiri mengumandangkan Adzan ketika selesai Rosulullah Rosulullah SAW bersabda barangsiapa mengucapkan seperti ini dengan yakin niscaya dia masuk surga (  HR An Nasa'i ) 

WAllahu A'lam 





Share:

Friday, January 14, 2022

MANDI, PENGERTIAN, HAL-HAL YANG MEWAJIBKAN, RUKUN DAN SYARAT

 


Mandi merupakan hal yang penting bagi manusia selain bertujuan membersihkan kotoran yang tampak mandi juga dapat menyegarkan badan. Dalam agama islam mandi memiliki peranan yang penting dalam bersuci, selain wudhu dan tayamum. Jika wudhu berfungsi untuk menghilangkan hadas kecil maka mandi merupakan cara bersuci dari hadas besar.


A.  PENGERTIAN MANDI

Secara bahasa, mandi ialah mengalirkan air pada permukaan sesuatu. sedangkan secara istilah mandi adalah mengalirkan air pada seluruh tubuh disertai dengan niat tertentu

 B. HAL-HAL YANG MEWAJIBKAN MANDI

1.     Melahirkan

2.     Haid

3.     Nifas

4.     Meninggal dunia kecuali mati syahid, matinya orang murtad, bayi yang lahir dalam keadaan meninggal dan belum berbentuk manusia

5.     Bersetubuh dengan memasukkan ujung kemaluan laki-laki ke dalam alat kemaluan perempuan

6.     Keluar sperma, baik dari alat kemaluan atau selainnya (semisal dari tulang punggung bagi pria dan  dari tulang dada bagi wanita).

7.     Masuk islam bagi orang yang sebelumnya pernah mengalami hal-hal yang mewajibkan mandi seperti tersebut diatas jika belum pernah, maka hanya disunahkan

C.   RUKUN-RUKUN MANDI

1.     Niat

Sedangkan contoh-contoh niat adalah sebagai berikut

a) Niat mandi junub keluar mani atau bersetubuh

b)    Niat mandi haid.



2.    Menghilangkan Najis Dan Kotoran

3.    Meratakan Air Ke Seluruh Bagian Tubuh yang luar

 Meratakan air ke seluruh bagian tubuh yang luar yakni terlihat oleh pandangan mata.  termasuk sela-sela di bawah kuku, bagian tampak pada lipatan-lipatan telinga,  bagian yang tampak pada kemaluan wanita ketika jongkok, dan kulit yang berada di dalam kuncup alat kemaluan laki-laki yang belum di khitan.


 D. HAL-HAL YANG DISUNNAHKAN DALAM MANDI

1.     Buang air kecil bagi orang yang yang mandi karena keluar sperma.

2.     Menghadap kiblat  jika mandi dalam keadaan tidak telanjang.

3.     Membaca basmalah bersamaan membasuh telapak tangan

4.     Berkumur dan menghirup air ke dalam  hidung

5.     Wudhu sebelum mandi

6.     Menggosok badan pada anggota tubuh yang bisa digapai oleh tangan

7.     Memulai siraman dari kepala

8.     Mendahulukan anggota kanan dari anggota kiri

9.     Mendahulukan anggota depan dari anggota belakang sampai tiga kali

10.  Tertib,  dengan runtutan sebagai berikut

a)     Membasuh Kedua telapak tangan

b)    Bagi perempuan membaca alat kelamin dan sekitarnya.

c)     Berkumur dan menghirup air kedalam hidung.

d)    Wudhu

e)     Memeriksa bagian lipatan-lipatan

f)     Menyiramkan air ke kepala

g)    Menyiram bagian kanan tubuh yang depan

h)    Kemudian bagian kanan tubuh yang di belakang

i)      Bagian kiri tubuh yang depan

j)      Kemudian menyiram bagian kiri tubuh yang belakang.


 E. HAL-HAL YANG DIMAKRUHKAN DALAM MANDI

1.     Berlebihan dalam menggunakan air.

2.     Mendahulukan sisi tubuh yang kiri

3.     Menyiram kurang dari 3 kali.

4.     Melebihi 3 kali siraman yang diyakini telah sempurna.

5.     Berlebihan dalam berkumur atau menghirup air kedalam hidung bagi orang yang berpuasa

6.     Mengusab dan mengeringkan air mandi yang melekat pada tubuh

Kemakruhan yang ada pada bab mandi sama dengan yang ada pada bab wudhu.


F.  TEKNIS PELAKSANAAN MANDI

1.     Kencing terlebih dahulu bagi orang yang berhadas besar sebab keluar sperma, agar sisa sperma dalam saluran air kencing dapat keluar dengan tuntas

2.     Menghadap kiblat bagi orang yang mandi tidak dengan telanjang.

3.     Membaca basmalah bersamaan membasuh telapak tangan

4.     Berkumur dan menghirup air kedalam hidung kemudian disemprotkan keluar

5.     Menghilangkan kotoran, baik yang suci atau yang najis titik

6.     Wudhu bagi orang yang junub yang tidak disertai hadas kecil

7.     Menyiram kepala disertai niat mandi seraya menyela-nyelai dan menggosoknya.

8.     Menyiram bagian kanan tubuh yang depan kemudian bagian kanan tubuh yang belakang

9.     Menyiram bagian kiri tubuh depan kemudian bagian kiri yang belakang

10.  Meneliti lipatan-lipatan tubuh seperti lipatan teling, parut, bagian tubuh diantara dua pantas, ketiak, kelopak mata dan anggota yang terlihat dari kemaluan belakang dan ke depan milik perempuan janda saat jongkok.

 

Catatan: bagian dubur yang wajib dibasuh sama dengan bagian yang wajib dibasuh ketika istinja dengan air yaitu Tempat bertemunya dua bibir lubang dubur.  sedangkan ujung usus pada dubur kalau istilah Jawanya boll  yang bisa keluar dari orang yang sakit dan wasir  wajib dibasuh.  sebaliknya cukup dimasukkan kembali dan hukum mengeluarkan Boll  adalah haram dikarenakan termasuk menyakiti diri sendiri.

 membaca dua kalimat syahadat seperti dalam wudhu

BACA JUGA : WUDHU DAN KEUTAMAANYA
: PEMBAGIAN NAJIS
MACAM-MACAM AIR UNTUKBERSUCI
: TAYAMUM DANKETENTUANYA
: ISTINJAK DAN TATACARA BERSUCI
: PENGERTIAN MANDI DAN HAL-HAL YANG MENYEBABKAN MANDI  

Share: